Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Warga Terpapar Covid-19 di Surabaya Diusulkan Pakai Tanda Khusus

Tingginya pertambahan kasus infeksi Covid-19 di Surabaya, Jawa Timur, dalam beberapa hari terakhir membuat anggota DPRD setempat mengusulkan agar warga yang terpapar diberi tanda khusus guna memudahkan pengawasan dan penindakan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 Mei 2020  |  11:34 WIB
Petugas memeriksa dokumen kependudukan warga yang akan masuk ke Surabaya di Bundaran Waru, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (28/4/2020). Petugas gabungan memperketat akses masuk ke Surabaya dengan melakukan screening atau pemeriksaan kepada warga di hari pertama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya. - Antara/Didik Suhartono\n
Petugas memeriksa dokumen kependudukan warga yang akan masuk ke Surabaya di Bundaran Waru, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (28/4/2020). Petugas gabungan memperketat akses masuk ke Surabaya dengan melakukan screening atau pemeriksaan kepada warga di hari pertama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya. - Antara/Didik Suhartono\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Tingginya pertambahan kasus infeksi Covid-19 di Surabaya, Jawa Timur, dalam beberapa hari terakhir membuat anggota DPRD setempat mengusulkan agar warga yang terpapar diberi tanda khusus guna memudahkan pengawasan dan penindakan.

Seperti diketahui, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Surabaya dan beberapa daerah di sekitarnya kembali diperpanjang lantaran jumlah kasus yang melonjak pesat dalam beberapa hari terakhir. 

Sebagai contoh, pada Sabtu (23/5), jumlah kasusnya naik 466 membuat Jawa Timur ada di urutan teratas kenaikan tertinggi. Khusus Surabaya, akumulasi kasus Covid-19 sudah hampir 2.000. Sayangnya masih banyak masyarakat yang tidak patuh untuk melakukan isolasi mandiri.   

“Selain usulan swab massal, pemberian tanda pada setiap warga perlu dilakukan untuk memudahkan pengawasan dan penindakan Covid-19,” kata Wakil Ketua DPRD Surabaya A.H. Thony di Surabaya, Senin (25/5/2020).

Pemberian tanda tersebut bisa berupa gelang berwarna warni misalnya untuk gelang hijau berarti untuk orang yang sehat, kuning bagi warga berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan merah untuk warga yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).

“Jadi kalau ada warga yang keluyuran biar ketahuan terpapar Covid-19 atau tidak,” ujarnya.

Menurut dia, untuk warga yang memakai gelang hijau, lanjut dia, boleh keluar dan bekerja supaya roda ekonomi tetap jalan. Sedangkan untuk warga yang memakai gelang kuning harus melakukan isolasi mandiri di rumah dengan menerima haknya dari Pemkot Surabaya dengan mendapat bantuan makanan, vitamin, suplemen makanan dan lainnya.

Begitu juga untuk warga yang memakai gelang merah, lanjut dia, tentunya harus menjalani perawatan di rumah sakit dan mendapatkan penanganan kuratif sesuai tingkat kegawatan. Selain itu, lanjut dia, perlu adanya ruang isolasi massal di setiap kampung di Kota Surabaya dengan mendapat pengawasan dan kontrol dari puskesmas setempat.

Tidak hanya itu, politikus Partai Gerindra ini menyarankan perlu adanya edukasi protokoler pemakaman jenazah di tiap kelurahan dengan metode pemakaman yang aman.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya pada Kamis, (21/5) menyebutkan, terdapat 10 kecamatan di Surabaya yang mengalami kasus tertinggi Covid-19 yakni Kecamatan Rungkut 180, Krembangan 172, Tambaksari 101, Sawahan 87, Wonokromo 85, Gubeng 76, Bubutan 73, Mulyorejo 58, Tegalsari 55 dan Sukolilo 54.

Sedangkan di tingkat kelurahan, 10 kasus tertinggi Covid-19 berada di Kelurahan Kemayoran 113, Kalirungkut 75, Kedung Baruk 61, Jepara 40, Ngagel Rejo 39, Banyu Urip 37, Mojo 31, Morokrembangan 27, Mulyorejo 26 dan Ketintang 24.

Dari data tersebut wilayah di Kecamatan Rungkut dan Kecamatan Krembangan ditetapkan sebagai dua kecamatan tertinggi kasus penyebaran Covid-19 di Surabaya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

covid-19 surabaya jawa timur Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

Sumber : Antara

Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top