Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Syarat PSBB Malang Raya Bisa Berakhir 30 Mei

Bupati Malang M. Sanusi: kami akan evaluasi PSBB ini. Saya harap hanya dilakukan selama dua minggu saja.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 Mei 2020  |  20:07 WIB
Petugas kepolisian melakukan razia terhadap toko yang melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Malang, Jawa Timur, Sabtu (23/5/2020). Razia tersebut diadakan di sejumlah titik terutama dengan sasaran toko yang menjual pernak pernik lebaran karena dikawatirkan akan menimbulkan kerumunan pembeli sehingga rawan penyebaran Covid-19. - Antara/Ari Bowo Sucipto
Petugas kepolisian melakukan razia terhadap toko yang melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Malang, Jawa Timur, Sabtu (23/5/2020). Razia tersebut diadakan di sejumlah titik terutama dengan sasaran toko yang menjual pernak pernik lebaran karena dikawatirkan akan menimbulkan kerumunan pembeli sehingga rawan penyebaran Covid-19. - Antara/Ari Bowo Sucipto

Bisnis.com, MALANG - Pemerintah Kabupaten Malang, Jawa Timur segera melakukan evaluasi pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah tersebut untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona jenis baru (Covid-19).

Bupati Malang M. Sanusi di Malang, Sabtu (23/5/2020), mengharapkan warga setempat mematuhi protokol kesehatan sehingga tidak perlu PSBB Malang Raya tahap kedua.

"Kami akan evaluasi PSBB ini. Saya harap hanya dilakukan selama dua minggu saja," kata dia.

Kabupaten Malang yang meliputi 33 kecamatan tersebut, sembilan kecamatan masih masuk kategori zona hijau, sedangkan sisanya sudah ditetapkan menjadi zona merah yang berarti ada pasien positif Covid-19.

Dia menjelaskan dengan PSBB mulai 17 Mei 2020, wilayah-wilayah yang masih zona hijau, tidak berkembang menjadi zona merah, sedangkan penyebaran Covid-19 di zona merah, bisa ditekan.

"Di Kabupaten Malang ini ada dua kategori zona, yaitu zona merah dan hijau. Saya berharap, pada 19 wilayah zona hijau atau desa tangguh tidak berkembang menjadi zona merah," kata dia.

Di Kabupaten Malang tercatat 59 orang positif terjangkit virus corona, 24 di antaranya sudah dinyatakan sembuh, 10 meninggal dunia, dan sisanya masih dalam perawatan.

"Jika sampai 30 Mei 2020, pasien Covid-19 tidak bertambah, maka PSBB akan dicabut. Namun, masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan, karena masih ada potensi penyebaran dari daerah lain," kata Sanusi.

Kabupaten Malang bersama Kota Malang dan Kota Batu atau yang biasa disebut sebagai wilayah Malang Raya, sejak 17 Mei 2020 menerapkan PSBB dalam upaya memutus penyebaran Covid-19.

Pelaksanaan PSBB diharapkan berjalan selama 14 hari tanpa perpanjangan dan efektif menekan penyebaran Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim malang

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top