Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Covid-19 di Surabaya. Risma: Situasi Tak Semudah Dibayangkan

Meskipun ini berat, namun tidak menjadi permasalahan, kata Risma.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 Mei 2020  |  12:36 WIB
Petugas medis melakukan tes diagnostik cepat COVID-19 (Rapid Test) di Pasar Sore Manukan, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (22/5/2020). Tes diagnostik cepat terhadap sejumlah pedagang di pasar itu guna mengetahui kondisi kesehatan mereka sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19). - Antara/Didik Suhartono
Petugas medis melakukan tes diagnostik cepat COVID-19 (Rapid Test) di Pasar Sore Manukan, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (22/5/2020). Tes diagnostik cepat terhadap sejumlah pedagang di pasar itu guna mengetahui kondisi kesehatan mereka sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19). - Antara/Didik Suhartono

Bisnis.com, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan penjagaan lebih ketat di 17 titik perbatasan Kota Surabaya, Jawa Timur, guna mengantisipasi adanya arus mudik Lebaran 2020 yang bersamaan dengan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Tahap II.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, di Surabaya, Sabtu (23/5/2020), mengatakan selama PSBB, pihaknya terus memantau 17 kawasan perbatasan Surabaya. Bahkan pada saat menjelang pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri yang dimungkinkan banyak warga yang nekat mudik ke kampung halaman.

"Meskipun ini berat, namun tidak menjadi permasalahan," katanya.

Untuk itu, lanjut dia, Pemkot Surabaya mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polri dan TNI yang membantu melakukan pengamanan di 17 perbatasan tersebut.

"Saya berterima kasih sudah dibantu Bapak Kapolda Jatim yang menyelesaikan permasalahan di perbatasan," katanya.

Adapun 17 titik perbatasan di antaranya Terminal Tambak Oso Wilangun (Benowo), Dupak Rukun (Asemrowo), Kodikal (Pabean), Mayjen Sungkono di rumah pompa (Dukuh Pakis), Gunungsari (Jambangan), Kelurahan Kedurus (Karang Pilang), Masjid Agung (Gayungan) dan Jeruk (Lakarsantri).

Selanjutnya, di Terminal Benowo (Pakal), Tol Simo (Sukomanunggal), samping Cito (Dishub), Jalan MERR (Gunung Anyar), Suramadu (Kenjeran), Rungkut Menanggal (Gunung Anyar), Wiguna Gunung Anyar Tambak (Gunung Anyar), Margomulya (Tandes), dan Pondok Chandra (Gunung Anyar).

Risma dalam kesempatan berbeda menjelaskan rapid test atau tes cepat secara masif penyebab ada lonjakan pasien positif dalam sehari pada Kamis (21/5) mencapai 311 orang.

Risma menjelaskan itu dala rapat evaluasi pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bersama jajaran kepolisian dan TNI di Graha Sawunggaling, Surabaya, Jumat (22/5/2020).

Rapat koordinasi tersebut dihadiri Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Mohammad Fadil Imran, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah beserta Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Surabaya.

Berdasarkan laman lawancovid-19.surabaya.go.id menyebut dalam sehari pada Kamis (21/5) ada kenaikan warga yang terkonfrmasi positif sebanyak 311 orang. Dari jumlah tersbut sebanyak 48 orang merupakan orang dengan risiko (ODR). Sehingga jumlah total warga positif Covid-19 di Surabaya mencapai 1.566 orang.

Menurut Risma, sebanyak 48 warga berstatus ODR tersebut merupakan hasil rapid test di sejumlah lokasi.

Risma mengatakan situasi di lapangan tidak semudah yang dibayangkan oleh masyarakat. Oleh sebab itu, berbagai dukungan yang mengalir itu akan membantu wali kota perempuan pertama di Surabaya ini dalam memutus mata rantai penyebaran virus tersebut.

Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Eddy Christijanto sebelumnya mengatakan hasil evaluasi PSBB di perbatasan masih ditemukannya banyak pengendara motor yang berboncengan.

"Kita imbau jangan boncengan dulu, physical distancing atau jaga jaraknya itu harus dijaga sepenuhnya," katanya.

Meski dalam Peraturan Wali Kota Nomor 16 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB di Kota Surabaya disebutkan jika dalam satu keluarga atau dengan alamat tinggal yang sama diperbolehkan berboncengan, namun pihaknya mengimbau masyarakat agar hal itu untuk sementara waktu tidak dilakukan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surabaya jawa timur

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top