Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Madiun Menutup Wisata Alam dan Religi Antisipasi Corona

Ini menjadi salah satu upaya Pemkab Madiun dalam menangani pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19 di wilayah Madiun.
Abdul Jalil
Abdul Jalil - Bisnis.com 18 Maret 2020  |  11:52 WIB
Karyawan memasang pengumuman penundaan sementara perekaman Kartu tanda Penduduk (KTP) Elektronik di gedung pusat pelayanan publik Pemkab Madiun, Jawa Timur, Selasa (17/3/2020). Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat untuk sementara tidak melayani pelayanan pembuatan KTP elektronik hingga sekitar tiga minggu ke depan guna pencegahan penyebaran Covid-19 atau virus corona. - Antara/Siswowidodo
Karyawan memasang pengumuman penundaan sementara perekaman Kartu tanda Penduduk (KTP) Elektronik di gedung pusat pelayanan publik Pemkab Madiun, Jawa Timur, Selasa (17/3/2020). Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat untuk sementara tidak melayani pelayanan pembuatan KTP elektronik hingga sekitar tiga minggu ke depan guna pencegahan penyebaran Covid-19 atau virus corona. - Antara/Siswowidodo

Bisnis.com, MADIUN - Selain meliburkan sekolah dan pondok pesantren, Pemerintah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, juga menutup seluruh kawasan wisata alam dan religi serta tempat hiburan. Hal ini supaya tempat-tempat tersebut tidak menjadi lokasi berkumpulnya masyarakat.

Ini menjadi salah satu upaya Pemkab Madiun dalam menangani pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19 di wilayah Madiun.

Bupati Madiun, Ahmad Dawami, mengatakan untuk memutus rantai penyebaran virus corona memang perlu dilakukan penutupan seluruh tempat wisata dan tempat hiburan. Dengan penutupan tempat wisata ini untuk meminimalisasi pertemuan tatap muka masyarakat.

"Untuk sementara waktu menutup tempat wisata baik tempat wisata alam, buatan, maupun wisata religi. Selain itu juga menutup tempat hiburan," ujarnya, Selasa (17/3/2020).

Pada penanganan bencana non-alam ini difokuskan pada kepastian kesehatan masyarakat. Beragam kebijakan telah diputuskan untuk mengurangi risiko terjangkit virus mematikan ini.

Bupati juga mewajibkan kepada seluruh toko modern di Kota Madiun utnuk menyediakan sarana cuci tangan dengan air mengalir atau hand sanitizer. Fasilitas ini bisa dimanfaatkan pengunjung yang datang ke toko modern.

Pasar tradisional juga diharapkan bisa menyiapkan fasilitas cuci tangan itu. Harapannya, masyarakat bisa menjaga diri dengan berperilaku hidup sehat.

"Kalau ada karyawan di perusahaan yang terindikasi corona. Harap segera melapor ke petugas yang telah dibentuk," kata dia.

Bupati meminta seluruh masyarakat supaya bisa berperilaku hidup sehat dan bersih. Seperti rajin mencuci tangan, membatasi sentuhan dengan benda-benda di sekitarnya, dan mengurangi aktivitas di luar rumah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

madiun jawa timur

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top