Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mahasiswa UMM Ciptakan Aplikasi Pendeteksi Penyakit Sapi

Pendeteksi dan penanganan dini terhadap penyakit sapi dengan memanfaatkan sistem pakar.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 20 Februari 2020  |  06:14 WIB
Mahasiswa UMM pencipta Aplikasi Pendeteksi Penyakit Sapi. - Istimewa
Mahasiswa UMM pencipta Aplikasi Pendeteksi Penyakit Sapi. - Istimewa

Bisnis.com, MALANG — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menciptakan aplikasi pendeteksi penyakit sapi sehingga penanganan penyakit hewan tersebut segera dapat terdeteksi dan ditangani.

Muhammad Nafi’ Maula Hakim, salah satu penggagas aplikasi, mengatakan minimnya pengetahuan yang dimiliki menjadikan para peternak kurang sigap dalam menangani penyakit-penyakit yang sering diderita oleh hewan ternak, semisal sapi.

“Dampaknya penanganan yang mereka lakukan bisa dikatakan tidak benar dan kurang profesional. Penanganan yang tidak benar mengakibatkan kerugian yang bertahap. Mulai dari borosnya penggunaan obat, biaya perawatan dan akomodasi yang tidak murah, serta terhentinya produksi dan penjualan. Masalah ini harus dipecahkan,” katanya di Malang, Rabu (19/2/2020).

Oleh karena alasan itulah, sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengembangkan perangkat lunak (software) bernama “siPicow”. Tujuan dari pengembangan perangkat lunak ini adalah untuk merancang dan membangun sebuah aplikasi mobile sebagai media pendeteksi dan penanganan dini terhadap penyakit sapi dengan memanfaatkan sistem pakar, yakni pengetahuan yang diperoleh dari media dalam jaringan dan beberapa pakar yang ahli di bidangnya.

“Selain itu jika kerugian tersebut tidak segera ditangani kemungkinan besar akan terjadi penyebaran penyakit yang tidak terkontrol sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemungkinan paling buruk yaitu kematian pada hewan sapi dan terjadinya kebangkrutan bagi peternak itu sendiri,” kata Muhammad Nafi’ Maula Hakim yang bersama kawannya Abdul Jabbar Nur Ihsan dan Muhamad Azhar Ridani membuat aplikasi yang bisa diakses lewat platform android dan iOS ini.

Namun sebaliknya, kata dia, jika peternak mampu menguasai medan dan situasi, maka peternak dengan sigapnya mampu mengatasi permasalahan tersebut tanpa perlu ragu dan khawatir akan risiko yang dihadapinya.

“Oleh karena itu, perlunya dilakukan pengembangan perangkat lunak yang bisa digunakan sebagai referensi oleh peternak sekaligus menjadi media informasi dan pendampingan melalui sistem pakar dalam bentuk aplikasi “siPicow” yang ringan dan mudah digunakan.

Berdasarkan hasil penggalian data melalui beberapa tahapan yang sebelumnya sudah dilakukan, terdapat beberapa fitur yang bermanfaat bagi peternak sapi antara lain nama penyakit-penyakit yang sering diderita oleh hewan sapi, ciri-ciri penyakit, penyebab penyakit, gejala penyakit, penanganan dini terhadap penyakit, metode-metode penanganan yang baik dan benar menurut pakar, sketsa kandang dan lingkungan yang baik bagi hewan sapi, serta manajemen pakan dan pengelolaan hewan sapi.

Studi literatur dilakukan untuk mengumpulkan data atau kebutuhan yang diperlukan melalui beberapa referensi. “Referensi yang kami gunakan antara lain adalah jurnal ilmiah, media daring, serta beberapa sumber yang kredibel dari internet. Tidak hanya itu kami juga melakukan tanya jawab kepada beberapa orang yang memang ahli di bidang peternakan melalui fitur media chating,” ucap Nafi’, mhasiswa program studi Teknik Informatika angkatan 2017 itu.(K24)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sapi Universitas Muhammadiyah Malang
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top