Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Cabai Jatim Diperkirakan Mulai Turun pada Maret

Produktivitas tanaman cabai secara normal 10 ton/hektare namun akibat cuaca produktivitas hanya separuhnya atau sekitar 5 ton/ha.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 13 Februari 2020  |  13:16 WIB
Ilustrasi tanaman cabai merah. - Antara/Saiful Bahri
Ilustrasi tanaman cabai merah. - Antara/Saiful Bahri

Bisnis.com, SURABAYA – Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) memperkirakan harga cabai rawit dan besar pada Maret nanti berangsur akan turun seiring dengan mulai adanya panen cabai di sejumlah sentra produksi di Jawa Timur.

Ketua AACI Jatim, Nanang Triatmoko mengatakan saat ini memang harga cabai sedang tinggi akibat berkurangnya pasokan yang disebabkan oleh musim panen yang tidak optimal di awal tahun.

“Memang luas panen cabai kita berkurang, ini karena cuaca pada musim tanam tidak mendukung yakni pada Oktober – November 2019, tidak ada hujan sehingga mempengaruhi produktivitas tanaman,” katanya, Kamis (13/2/2020).

Dia menjelaskan produktivitas tanaman cabai secara normal 10 ton/hektare. Namun dengan kondisi cuaca tersebut, produktivitas tanaman petani cabai di beberapa sentra hanya separuhnya atau sekitar 5 ton/ha.

“Di daerah tertentu yang punya sistem penanaman dengan tadah hujan juga tidak bisa menanam, dan akibatnya tidak ada penanaman yang seharusnya bisa dipanen Januari 2020,” ujarnya.

Nanang menambahkan, karena tidak bisa menanam pada periode Oktober – November, petani akhirnya mulai menanam pada akhir Desember – awal Januari. Dari tanaman bulan tersebut diperkirakan akan ada panen pada Maret – April 2020.

“Dua daerah yang menanam pada akhir tahun lalu itu ada di Gresik dan Malang dengan perkiraan hasil tanaman cabai dari 1.500 – 1.600 ha,” imbuhnya.

Dia menambahkan, potensi penurunan harga cabai secara berangsur pada Maret nanti bukan hanya didukung oleh hasil panen tetapi juga ada suplai dari daerah lain yang masuk ke Jatim.

Berdasarkan data Sistem Informasi dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jatim, harga rata-rata cabai rawit di pasaran per 13 Februari 2020 mencapai Rp48.648/kg. Harga rata-rata tertinggi ada di wilayah Probolinggo Rp68.000/kg, dan harga terendah ada di Banyuwangi Rp40.400/kg.

Harga cabai rawit tersebut sudah mulai menurun jika dibandingkan satu minggu yang lalu atau 6 Februari 2020 yakni mencapai Rp63.901/kg, dengan harga tertinggi terjadi di Sampang Rp75.000/kg dan harga terendah di Probolinggo Rp52.333/kg.

Sementara harga cabai besar rata-rata di Jatim per 13 Februari 2020 yakni Rp54.422/kg. Harga tersebut sudah mulai turun dibandingkan 6 Februari 2020 yang mencapai Rp66.649/kg.

“Sedangkan harga cabai rawit maupun merah di tingkat petani pada pekan lalu sama-sama mencapai Rp50.000/kg,” imbuh Nanang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga cabai jawa timur
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top