Delapan Jam Bersama CRF150L, Jelajahi Lereng Kelud dan Kawi

Distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim dan NTT, PT. Mitra Pinasthika Mulia Tbk. (MPM) menggelar adventure dengan motor CRF150L berlabel CRF X-Pedition East Java.
Miftahul Ulum
Miftahul Ulum - Bisnis.com 10 November 2019  |  08:35 WIB
Delapan Jam Bersama CRF150L, Jelajahi Lereng Kelud dan Kawi
Peserta CRF Day X-Pedition East Java melewati sungai berbatu di lereng Gunung Kelud, Sabtu (9/11/2019). - Bisnis/Miftahul Ulum

Bisnis.com, BLITAR – Distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim dan NTT, PT. Mitra Pinasthika Mulia Tbk. (MPM) menggelar adventure dengan motor CRF150L berlabel CRF Day X-Pedition East Java.

Acara berlangsung dua hari, Sabtu-Minggu (9-10/11/2019), menyusuri lereng Gunung Kelud dan Gunung Kawi. Sebanyak 201 peserta pada hari pertama memulai adventure dari Bedungan Selorejo, lantas menyusuri lereng Gunung Kawi, tepatnya di wilayah Pagersari dan Ringinsari.

Bisnis Indonesia termasuk salah satu peserta dalam petualangan di hari pertama. Kontur pegunungan, hutan pinus, diselingi pertanian, rumah penduduk, dan sejumlah peternakan sapi perah ditemui di daerah lereng G. Kawi.

Daerah ini selain memanjakan mata dengan kebersahajaan penduduk juga menyajikan pemandangan alam yang elok. Kami yang memulai berkendara pukul 09.00 WIB, ditemani cuaca cerah, sehingga bisa melihat puncak Gunung Kelud dari sini.

Selepas eksplorasi lereng Gunung Kawi kami diarahkan memasuki lereng Gunung Kelud. Kontur wilayah tidak banyak berbeda dengan daerah sebelumnya. Hanya saja adrenalin mulai dipacu di daerah ini. Kami melewati sungai lokasi tambang galian C yang berkarakter pasir serta batu sebesar kepal tangan orang dewasa yang jumlahnya ribuan.

Kami selanjutnya masuk ke hutan pinus Loji, lokasi yang biasa dijadikan pos pendakian ke Gunung Kelud. Istirahat dan makan siang. Tiga jam sudah kami bersama CRF150L, motor dengan berkubikasi 150 cc, model trail dengan peredam upside down di depan dan monoshock di belakang.

Istirahat di hutan pinus dan makan siang sekitar 15 menit, kami melanjutkan perjalanan. Masuk hutan pinus, kebun teh dan sungai yang lebih ekstrem. Batu sebesar kulkas dan banyak yang sebesar kepala sapi kami temui. Banyak yang terpeleset, tercebur, hingga karena keasyikan beristirahat sengaja berendam di aliran sungai.

“Mantab. Menantang,” kata Dite Surendra, salah satu peserta, yang sengaja berendam di sungai untuk menghilangkan lelah.

Cara berkendara dan menangani motor sangat berpengaruh di jalur sungai ini. Terbukti saya bisa melewati tanpa helper (penolong), meski jatuh sekali di antara batu sebesar kulkas. Untung sepatu boot jadi pengaman dari tertimpa motor. Di beberapa titik saya harus menggeber mesin di putaran tinggi agar motor bisa loncat mencari traksi di antara batu dan air.

Nyatanya motor bertenaga maksimum sebesar 9,51 kW (12,91 PS) / 8.000 rpm dan torsi maksimum yakni 12,43 Nm (1,27 kgf.m) / 6.500 rpm ini sangat mumpuni.

Selanjutnya kami masuk kebun teh, hutan semak, dan lumpur 'setan'. Setelah sempat mengganti ban dalam roda belakang yang bocor, jam menunjukkan pukul 16.00 WIB, lumpur 'setan' – sawah berundak berlumpur – membuat was-was. Terlebih terlihat ada tujuh helper (penolong di sana), mengantisipasi ada peserta yang terjebak.

Lagi-lagi gaya berkendara agresif jadi kunci acara model adventure cross country ini. Gas putaran besar dengan ritme berulang pendek-pendek mengantarkan motor lolos dari lumpur setan. Selepas itu, dengan pikiran target finis sebelum gelap, motor dipacu. Sempat melirik speedometer digital angka menunjukkan 70 km/jam saat berada di jalur speed di antara kebun tebu habis panen.

Rem belakang cakram yang cukup pakem sangat membantu sliding di sejumlah tikungan. Peredam kejut juga nyaman dibuat loncat-loncat di jalur speed ini. Risiko berkendara model ini beberapa kali keluar jalur, kehilangan konsentrasi membaca petunjuk arah, bahkan saya jatuh di tanjakan 40 derajat kebun karet, terpeleset batu.

Sekitar pukul 17.30, akhirnya menyentuh finish di Keboen Kopi Karanganyar, berkendara 8,5 jam dengan CR150L, melintasi lereng G. Kawi dan G. Kelud.

Marketing Communication & Development Division Head MPM Suhari menjelaskan gelaran kali ini kelanjutan CRF Day X-Pedition East Java pada April 2019. Selama 2 hari ini peserta disuguhi berbagai macam jalur off road di Gunung Kawi dan Gunung Kelud sepanjang 230 km, melewati 3 wilayah kabupaten  yakni Malang, Blitar dan Kediri.

“Ini diselenggarakan khusus sebagai apresiasi kepada konsumen CRF yang telah memilih motor ini sebagai teman trabasnya. Dan juga bisa menjadi ajang kumpul para konsumen trabas CRF di Jawa Timur,” jelasnya.

Pada kegiatan ini peserta diajak untuk berbagi dengan lingkungan sepanjang jalur trabasan dengan melakukan kegiatan sosial berupa pemberian tempat sampah dan donasi ke musala.

Selain itu, di garis finish, diperkenalkan varian warna baru Extreme Grey dan Extreme Black, serta pilihan warna yang tetap ada yaitu Extreme Red. Tetap mengusung mesin 150cc SOHC PGM-FI, motor ini dibanderol Rp34.588.000 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
honda, PT.Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX)

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup