Bioteknologi, Solusi Ketahanan Pangan dan Pelestarian Lingkungan

Bioteknolgi menjadi solusi ketahanan pangan dan pelesterian lingkungan karena lewat teknologi tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman, namun juga ramah lingkungan.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 20 September 2019  |  03:00 WIB
Bioteknologi, Solusi Ketahanan Pangan dan Pelestarian Lingkungan
Petani mengupas kulit jagung menjelang panen di Desa Polagan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Kamis (3/1/2019). - ANTARA/Saiful Bahri

Bisnis.com, MALANG—Bioteknolgi menjadi solusi ketahanan pangan dan pelesterian lingkungan karena lewat teknologi tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman, namun juga ramah lingkungan.

Director of Indonesian Biotechnology Information Centre Prof. Bambang Sugiharto mengatakan ketahanan pangan kerap kali menjadi pembahasan yang serius di kancah Internasional, juga Indonesia. Ketahanan pangan mengharuskan adanya peningkatan hasil pangan, baik dari pertanian maupun peternakan.

“Berbagai cara dilakukan untuk menunjang ketahanan pangan. Salah satunya dengan inovasi teknologi untuk memecahkan kekurangan pangan, yaitu melalui bioteknologi,” katanya dalam keterangan resminya, Kamis (19/9/2019).

Pernyataannya itu disampaikan pada Biotechnology Youth Outreach kerja sama Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta dengan Pusat Pengembangan Bioteknologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di UMM, Rabu (18/9/201).

Bambang menegaskan keuntungan bioteknologi tanaman tersebut tidak hanya untuk menyediakan kesediaan pangan yang lebih banyak, namun juga dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman, serta kualitas dan nilai nutrisi pada makanan. Bioteknologi sendiri juga sejalan dan mendukung pelestarian lingkungan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai solusi ketahanan pangan.

Dosen Peternakan Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM Aris Winaya mengatakan pemanfaatan bioteknologi dalam upaya konservasi hewan ternak agar masyarakat dapat mempertahankan plasma nutfah sehingga tidak punah.

Untuk memproteksi hewan lokal yang menjadi potensi di Indonesia, bisa dilakukan degan mengidentifikasi, mengkarakterisasi serta memonitor hewan-hewan lokal yang dirasa terancam punah.

Selain itu, penggunaan dari ternak lokal harus dilakukan secara berlanjut, dan tidak berhenti sehingga gen tetap tersedia dalam jangka waktu yang lama. Material sampel genetik harus cukup untuk disimpan dalam rangka memastikan keamanan gen unik lokal yang terancam punah.

“Kita juga perlu mengembangkan dan menghidupkan kembali kearifan lokal yang mendukung perlindungan genetik sebagai strategi untuk tetap menjaga keunikan genetik hewan-hewan lokal,” ujarnya.

Menurut dia, kearifan lokal merupakan strategi yang cukup jitu untuk menjaga genetik dikarenakan Indonesia yang masih menghormati kearifan lokal yang digagas oleh leluhur mereka. Dengan begitu penjagaan genetik dilakukan oleh segala penjuru masyarakat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pangan

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup