Mendikbud: Mampu Beradaptasi, Kunci Sukses Hidup

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Muhadjir Effendy menilai bahwa yang dibutuhkan saat ini adalah bukan sekadar menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,  namun  juga kemampuan beradaptasi untuk menguasai situasi yang terus berubah dan situasi yang terus berkembang.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy./Bisnis-Eva Rianti
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy./Bisnis-Eva Rianti

Bisnis.com, MALANG—Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Muhadjir Effendy menilai bahwa yang dibutuhkan saat ini adalah bukan sekadar menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,  namun  juga kemampuan beradaptasi untuk menguasai situasi yang terus berubah dan situasi yang terus berkembang.

“Pesan saya kepada wisudawan dan wisudawati agar memiliki kemampuan tingkat adapatasi itu, jangan sampai terdistrupsi karena gagal dalam beradaptasi,” ujarnya pada wisuda ke-93 Periode III Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Hall Dome UMM, Sabtu (31/8/2019).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid menyebut, kunci kemajuan setiap bangsa sesungguhnya terletak pada kebudayaannya.

“Percuma saja kita menggunakan teknologi yang maju. Akan tetapi, ketika kebudayaannya tidak maju, tidak ada gunanya kita menggunakan  smartphone tercanggih tapi masih percaya kepada hoax. Ini adalah salah satu problem kebudayaan,” katanya.

Menurut dia, persoalan seperti ini dalam kehidupan sehari-hari banyak terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Banyak fasilitas publik yang dirusak, karena kemungkinan besar penggunanya dan tidak mempunyai informasi yang cukup untuk orang meng-upgrade pengetahuannya.

Dalam setiap menyelesaikan permasalahan, diperlukan pemimpin di era Industri 4.0 yang punya kemampuan berkomunikasi, kecepatan mengambil keputusan, serta kolaborasi. Dan di tiap tingkatan ini sangat diperlukan kerjasama.

Pemimpin era 4.0 juga harus punya kredibilitas atau kemampuan untuk melaksanakan dan mengeksekusi perencanaan serta kualitas untuk dapat diandalkan, keberanian dan ketabahan dalam memunculkan konsistensi dalam sebuah organisasi, bersikap dan berfikir strategis.

Yang terakhir yakni empati. “Karena seorang pemimpin harus memahami perasaan pemikiran, kegalauan, kerisauan di dalam organisasi,” ujarnya.

Ketua Badan Pembina Harian UMM yang merupakan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden  Prof. A. Malik Fadjar,  berharap agarseluruh wisudawan dan wisudawati menjadi sarjana-sarjana di era digital sekaligus, yang mampu menyongsong, mengantarkan bangsa ini menjadi bangsa yang besar,  yang selalu menjaga Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan selalu teguh berpegang  ideologi falsafah Negara  Pancasila.

Wisuda kali ini mengukuhkan kelulusan bagi Program Pendidikan Doktoral, Magister, Sarjana, Diploma III dan Program Pendidikan Profesi. Keputusan ini berdasarkan yudisium serta hasil rapat pimpinan 15 agustus 2019.

Jumlah lulusan wisuda 93 periode III sebanyak 2461 orang, terdiri dari 1084 wisudawan  1377 wisudawati. Pada gelaran akhir wisuda juga diserahkan kartu alumni yang diserahkan secara simbolik oleh Rektor UMM Fauzan.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Choirul Anam
Editor : Sutarno
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper