Gubernur Khofifah Minta Bank Jatim Pacu Kredit UMKM

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (BJTM) bisa meningkatkan penyaluran kredit Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Miftahul Ulum
Miftahul Ulum - Bisnis.com 28 Agustus 2019  |  19:33 WIB
Gubernur Khofifah Minta Bank Jatim Pacu Kredit UMKM
(Dari kanan ke kiri) Corporate Secretary Bank Jatim Glemboh Priambodo, Kepala Bagian Pengawasan Otonomi Jasa Keuangan, OJK Kantor Regional 4 Yan Iswara Rosya, Pemimpin Divisi Kredit Mikro Ritel dan Program Bank Jatim Taufan Muhammad dalam group diskusi bertema Membedah Strategi Bank Jatim Dalam Mewujudkan Program Nawa Bhakti Satya di Surabaya, Rabu (28/8/2019). - JIBI

Bisnis.com, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) bisa meningkatkan penyaluran kredit Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Gubernur menilai penyaluran kredit di bank yang 51,2% sahamnya digapit Pemprov Jatim ini bisa menjadi lokomotif penurunan kemiskinan.

"Penyaluran akses modal melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan menyasar kredit ritel melalui pemberdayaan Koperasi UMKM sebagai salah satu upayanya [menurunkan kemiskinan]," kata Gubernur melalui sambutan tertulis di Surabaya, Rabu (28/8/2019).

Pokok pikiran Gubernur Khofifah dibacakan dalam pembukaan group diskusi bertema Membedah Strategi Bank Jatim Dalam Mewujudkan Program Nawa Bhakti Satya. Seperti diketahui, Gubernur Perempuan tersebut mengusung program Nawa Bhakti Satya – sembilan program yang beberapa di antaranya Jatim Sejahtera, Jatim Kerja, Jatim Cerdas & Sehat, Jatim Akses, dsb.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Maret 2019, jumlah penduduk miskin di Jawa Timur mencapai 4.112.250 jiwa (10,37%), berkurang sebesar 179.900 jiwa dibandingkan dengan kondisi September 2018 yang sebesar 4.292.150 (10,85%).

Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2018 sebesar 6,97% turun menjadi 6,84% pada Maret 2019. Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada September 2018 sebesar 15,21% turun menjadi 14,43% pada Maret 2019.

"Melihat kondisi tersebut, wilayah pedesaan masih menyumbangkan kemiskinan terbesar. Oleh karenanya, Bank Jatim diharapkan mampu melakukan intervensi," tegasnya.

Selain melalui kredit, Gubernur berpendapat penurunan kemiskinan bisa melalui aksi sosial perusahaan (CSR).

Pemimpin Divisi Kredit Mikro Ritel dan Program Bank Jatim Taufan Muhammad (berdiri) dalam group diskusi bertema Membedah Strategi Bank Jatim Dalam Mewujudkan Program Nawa Bhakti Satya di Surabaya, Rabu (28/8/2019)./JIBI

Pemimpin Divisi Kredit Mikro Ritel dan Program Bank Jatim Taufan Muhammad mengatakan plafon kredit UMKM perseroan bisa sampai Rp500 juta hingga Rp1 miliar. Namun demikian, perseroan pernah menyalurkan kredit program dari Pemprov Jatim dengan bunga 4%-7%.

"Kami KUR memang tahun ini tidak menyalurkan. Tapi kami berharap program kredit murah dari Pemprov Jatim berlanjut pada kepemimpinan Gubernur Khofifah. Dulu dananya bisa Rp450 miliar," jelasnya.

Bank Jatim hingga 30 Juni menyalurkan kredit Rp33,75 triliun, dan dari jumlah tersebut rasio kredit UMKM sebesar 26,04%.

Corporate Secretary Bank Jatim Glemboh Priambodo mengatakan perseroan mendukung program pemerintah daerah dengan mengalokasikan CSR Rp20 miliar lebih tahun ini. Dari jumlah tersebut telah terealisasi Rp10 miliar lebih.

Kepala Bagian Pengawasan Otonomi Jasa Keuangan, OJK Kantor Regional 4 Yan Iswara Rosya mengatakan sebagai bank pembangunan daerah, Bank Jatim, sudah semestinya menyokong pembangunan daerah. Oleh karenanya, perseroan didorong menyalurkan kredit ke segmen lebih luas.

"BPD comfort zone di ASN [Aparatur Sipil Negara], tapi jangan lupa kredit produktif. Sebab road map pengembangan BPD sebagai regional champion pada 2019 yakni percepatan pertumbuhan," jelasnya dalam kesempatan yang sama.

Merujuk pada laporan keuangan Bank Jatim per 30 Juni 2019 (unaudited), total kredit yang disalurkan perseroan Rp33,75 triliun. Dari jumlah tersebut sebesar 69,5% atau sejumlah Rp23,45 triliun kredit konsumsi. Adapun kredit investasi Rp3,72 triliun dan modal kerja Rp7,58 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank jatim

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top