Mahasiswa IKIP Budi Utomo Deklarasikan Tolak rasisme

Mahasiswa Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Budi Utomo Malang medeklarasikan seruan kebangsaan, yaknu menolak rasisme dengan tagar #Pancasila Power dan #Indonesia Power sebagai keprihatinan atas kondisi bangsa yang berlangsung saat ini.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 23 Agustus 2019  |  00:45 WIB

Bisnis.com, MALANG - Mahasiswa Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Budi Utomo Malang medeklarasikan seruan kebangsaan, yaknu menolak rasisme dengan tagar #Pancasila Power dan #Indonesia Power sebagai keprihatinan atas kondisi bangsa yang berlangsung saat ini.

Presiden Mahasiswa (Presma) BEM IKIP Budi Utomo Mahendra mengatakan bahwa di kampus tersebut memiliki mahasiswa dari berbagai suku bangsa di Indonesia sehingga semangat kebersamaan antaranak bangsa sudah tertanam kuat.

"Jangan sampai peristiwa di Papua merusak kenyamanan pelajar dan mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di Malang. Semua komponen bangsa, terutama mahasiswa harus menjunjung tinggi semangat persatuan dan kesatuan bangsa," ucapnya pada Deklarasi Kebangsaan di IKIP Budi Utomo Malang, Kamis (22/8/2019).

Anggota DPR RI dari FPDIP, Rieke Diah Pitaloka merespon positif deklarasi kebangsaan tersebut karena NKRI harga mati sehingga harus benar-benar dijaga eksistensinya.

Karena itulah, dia mengajak semua elemen masyarakat untuk memedomani nilai-nilai Pancasila. Hal itu suatu keniscayaan karena Pancasila merupakan ideologi bangsa.

Terkait Papua, dia juga menegaskan, kepedulian pemerintah terhadap masyarakat di provinsi tesebut sungguh luar biasa. Paling akhir, Presiden Jokowi mengangkat honorer pendidikan dan kesehatan di Papua.

"Semua itu merupakan bukti pemerintah sangat peduli dengan Papua seperti kepediaan pada masyarakat di provinsi lainnya," katanya.

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko mengatakan hingga saat ini tidak ada pemulangan terhadap para mahasiswa asal Papua. Mereka dalam melakukan aktivitas dijamin aman dan damai tanpa ada permasalahan dan hambatan.

"Saya berharap para mahasiswa Papua supaya tak terprovokasi atas isu apa pun yang tak bertanggung jawab. Studi mereka bisa berjalan lancar, aman, dan damai," ucapnya.

Para mahasiswa Papua yang ada Kota Malang, dia juga menegaskan, dijamin keamanannya. Pihak kepolisian juga siap mengamankan dan memastikan tidak ada lagi permasalahan antara warga dengan mahasiswa asal Papua.

"Saya perjelas, jika saya tidak pernah menyatakan pendapat atau mengatakan pemulangan mahasiswa Papua. Jangan terprovokasi. Kita semua Indonesia, mari jaga persatuan dan kesatuan," tandasnya.

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri dan Dandim 0833 Kota Malang Letkol Tommy Anderson mengadakan bila Kota Malang sangat kondusif.

Menurut Asfuri, mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa wajib untuk mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang positif. Hal-hal yang dapat membangun termasuk juga menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Karena itulah, dia mengajak mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat lainnya untuk menjaga NKRI, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika. "Kalau kita dapat menjaga bersama persatuan dan kesatuan, Insyaallah bangsa Indonesia atau NKRI ini akan semakin jaya kedepannya. Tanggung jawab itu semua a.l ada pada mahasiswa sebagai penerus bangsa," katanya.

Rektor IKIP Budi Utomo Malang Nurcholis Sunuyeko menegaskan aksi itu digelar perguruan tinggi tersebut sebagai bentuk keprihatinan institusi tersebut atas isyu-isyu negatif yang berkembang dan menjurus kepada perpecahan bangsa.

Lewat kegiatan tersebut, IKIP Budi Utomo ingin mengingatkan kepada semua anak bangsa untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan sebagai warisan bangsa ysng harus terus dijaga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
papua, kerusuhan

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top