Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Polisi Surabaya Masih Selidiki Perusakan Bendera Merah Putih di Asrama Mahasiswa Papua

Aparat Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya masih menyelidiki kasus perusakan bendera merah putih yang diduga terjadi di Asrama Mahasiswa Papua, Jalan Kalasan Surabaya, Jawa Timur.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 Agustus 2019  |  21:01 WIB
Sejumlah orang keluar dan mengangkat tangannya di Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan 10, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (17/8/2019). Sebanyak 43 orang dibawa oleh pihak kepolisian untuk diminta keterangannya tentang temuan pembuangan bendera Merah Putih di depan asrama itu pada Jumat (16/8/2019) - ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Sejumlah orang keluar dan mengangkat tangannya di Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan 10, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (17/8/2019). Sebanyak 43 orang dibawa oleh pihak kepolisian untuk diminta keterangannya tentang temuan pembuangan bendera Merah Putih di depan asrama itu pada Jumat (16/8/2019) - ANTARA FOTO/Didik Suhartono

Bisnis.com, SURABYA--Aparat Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya masih menyelidiki kasus perusakan bendera merah putih yang diduga terjadi di Asrama Mahasiswa Papua, Jalan Kalasan Surabaya, Jawa Timur.

Kepala Polrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Sandi Nugroho mengatakan, penyelidikan perkara ini menggunakan Pasal 66 juncto 24a Undang-undang (UU) Republik Indonesia (RI) Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

"Setiap orang yang merusak atau melakukan perbuatan lain dengan maksud menodai atau merendahkan kehormatan bendera negara dan/ atau barang siapa menodai bendera kebangsaan Republik Indonesia dan/ atau pengerusakan melanggar Pasal 66 juncto 24a UU RI Nomor 24 Tahun 2009," katanya kepada wartawan di Surabaya, Kamis.

Selain itu, dia menegaskan, dalam penyelidikan juga menggunakan dasar hukum dari Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 154a dan 170.

Sebagai penyelidikan awal, penyidik Polrestabes telah menjadwalkan pemanggilan pada hari Sabtu, 24 Agustus mendatang, terhadap sejumlah orang dari beberapa organisasi massa (Ormas) yang pada 17 Agustus lalu mendatangi Asrama Mahasiswa Papua, Jalan Kalasan Surabaya, untuk dimintai keterangan.

Diinformasikan massa dari berbagai Ormas pada 17 Agustus lalu mendatangi Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya setelah mendengar kabar terjadi perusakan bendera merah putih.

Kombes Pol Sandi menyebut ada lima orang dari sejumlah ormas yang akan dipanggil pada hari Sabtu mendatang untuk dimintai keterangan.

Mereka adalah Susi Rohmadi dari Ormas Forum Komunikasi Putra-putri Purnawirawan dan Putra-putri TNI-Polri (FKPPI), Basuki (Pemuda Pancasila), Agus Fachrudin (Wali Laskar Pembela Islam Surabaya), serta Dj Arifin dan Arukat Djaswadi, keduanya dari Ormas Sekretariat Bersama Benteng Negara Kesatuan Republik Indonesia (Sekber Benteng NKRI).

"Lima orang ini kami panggil untuk dimintai keterangannya sebagai saksi," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

papua kerusuhan

Sumber : Antara

Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top