Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekspatriat Jadi Pendorong Okupansi Apartemen Sewa di Surabaya

Kehadiran para ekspatriat di Surabaya diyakini menjadi kunci pendorong tingkat hunian apartemen servis atau sewa, termasuk bisa mendorong peningkatan harga jual apartemen.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 26 Juli 2019  |  18:18 WIB
Ilustrasi pembangunan apartemen. - Antara/Audy Alwi
Ilustrasi pembangunan apartemen. - Antara/Audy Alwi

Bisnis.com, SURABAYA – Kehadiran para ekspatriat di Surabaya diyakini menjadi kunci pendorong tingkat hunian apartemen servis atau sewa, termasuk bisa mendorong peningkatan harga jual apartemen.

Ferry Salanto, Senior Associate Director Research Colliers International, mengatakan tingkat hunian apartemen sewa di Surabaya pada semester I/2019 ini cukup baik akibat adanya proyek smelter di Gresik, dengan kenaikan okupansi sekitar 4,3% dibandingkan semester sebelumnya.

“Apartemen service atau sewa di Surabaya walau tidak banyak, tetapi ada kenaikan okupansi. Ini karena ada proyek smelter di Gresik, kan banyak ekspatriat yang butuh hunian layak sementara di Gresik belum ada, jadi kebanyakan mereka memilih di Surabaya Barat,” jelasnya seperti dikutip dalam hasil riset Colliers, Jumat (26/7/2019).

Sedangkan harga sewa apartemen di Surabaya pada periode tersebut pun tidak bergerak naik yakni rerata Rp320.000/m2/bulan. Namun begitu, lanjutnya, harga sewa apartemen servis tersebut dipastikan bisa merangkak naik ketika banyak ekspatriat yang datang untuk menjalankan misi investasi, maupun menggarap proyek.

“Bahkan tarif sewa apartemen di Surabaya ini sudah hampir mirip dengan Jakarta karena level pelayanannya sama dan kebanyakan yang mengoperasikan adalah operator kelas internasional,” jelasnya.

Adapun pasokan apartemen di Surabaya pada semester I ini bertambah 1.232 unit atau naik 3,5% dari semester II/2018, sehingga total pasokan apartemen Surabaya kini sudah mencapai 36.233 unit.

Berdasarkan unit, pengembangan yang paling aktif di Surabaya saat ini ada Puncak Group dengan kontribusi 37%, Pakuwon 32%, Gunawangsa 10%, PP Property 14% dan Ciputra Group 7%.

Sedangkan berdasarkan jumlah proyek, pengembang paling aktif di Surabaya yakni Pakuwon 37%, disusul Ciputra Group 20%, PP Property dan Puncak Group masing-masing 17% dan Gunawangsa 9%.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surabaya apartemen
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top