RSUD Kanjuruhan Malang Didesain jadi Rujukan Regional

RSUD Kanjuruhan Kab. Malang didesain untuk menjadi rumah sakit (RS) rujukan regional sehingga dapat menampung pasien luar daerah.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 11 Juli 2019  |  19:18 WIB
RSUD Kanjuruhan Malang Didesain jadi Rujukan Regional
Plt Bupati Malang M. Sanusi (dua dari kanan) bersama Plt Bupati Tulungagung Maryoto Birowo (dua dari kiri) dan Direktur RS dr Iskak Tulungagung dr Supriyanto (kanan) di RSUD dr Iskak Tulungagung, Kamis (11/7/2019). - Bisnis/Choirul Anam

Bisnis.com, MALANG – RSUD Kanjuruhan Kab. Malang didesain untuk menjadi rumah sakit (RS) rujukan regional sehingga dapat menampung pasien luar daerah.

Plt. Bupati Malang M. Sanusi mengatakan untuk menjadi RS rujukan regional maka perlu ada penambahan fasilitas maupun SDM.

"Untuk itu perlu terlebih dulu evaluasi secara menyeluruh terkait kondisi eksisting dan kebutuhan pengembangannya," katanya di Malang, Kamis (11/7/2019).

Terkait pendanaan, kata dia, Pemkab Malang akan mendukung sepenuhnya. Dukungan itu suatu keniscayaan karena layananan kesehatan termasuk layanan paling utama setelah pendidikan.

Dengan demikian, kata dia, maka upaya peningkatan pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas pembiayaan. Setelah itu sektor lain seperti infrastruktur.

"RS Kanjuruhan diharapkan dapat beroperasi ideal seperi yang saya harapkan pada 2020," katanya.

Dukungan APBD itu juga diperlukan u ntuk mengkover warga yang kurang mampu namun tidak terkover BPJS Kesehatan. "Ini sedang dibangun sistemnya," ucapnya.

Menurutnya yang perlu mendapat perhatian RSUD Kanjuruhan, penanganan terhadap penderita diabetes dan stroke yang berdampak pada serangan jantung.

Hasil penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya pada 2018 terhadap 8 desa di Kab. Malang menyebutkan bahwa jenis penyakit yang diderita warga di sana justru diabetes dan strok.

RSUD di Jatim yang baik dalam memberikan pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat, terutama masyarakat tidak mampu, yakni RSUD dr Iskak Tulungagung.

"Karena itulah kami melakukan studi replika ke RSUD dr Iskak Tulungagung," katanya.

Di Tulungagung, Plt Bupati Tulungagung Maryoto Birowo mengatakan RSUD dr Iskak yang merupakan RS tipe B Pendidikan yang menjadi RS rujukan regional yang layanannya meliputi a.l wilayah Pacitan, Ponorogo, Kediri, Blitar, dan Tulungagung sendiri.

Salah satu cara yang bisa untuk memudahkan layanan maka di RS tersebut diterapkan layanan pendaftaran daring dan touch line.

"Semua warga yang tidak mampu meski tidak terkover BPJS Kesehatan tetap dilayani dengan membawa Surat Keterangan Tidak Mampu dari kades," ucapnya.

Direktur RS dr Iskak Tulungagung dr Supriyanto menegaskan untuk mengefisienkan pelayanan maka penanganan pasien mengacu paket mengacu sistem yang berlaku pada BPJS Kesehatan.

"Kami juga menyelesaian layanan kamar VIP agar dokter betah mengabdi di RS. Dari 476 tempat tudur, 10% kami sediakan tempat tidur VIP, " ujarnya.

Pendapatan RS dr Iskak Tulungagung pada 2014 mencapai Rp130,297 miliar dan 2018 mencapai Rp260,45 miliar dengan cost recovery rate 104,20%.

"Kami juga memutuskan menambah 200 tempat tidur dengan membangun gedung baru berantai 5 dengan biaya Rp45 miliar yang bersumber dari RS sendiri," ucapnya. (k24)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
malang

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top