Pasar Apartemen di Surabaya Perlu Insentif Lebih

Saat ini pembeli apartemen di Surabaya lebih selektif.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 08 Juli 2019  |  17:15 WIB
Pasar Apartemen di Surabaya Perlu Insentif Lebih
Ilustrasi

Bisnis.com, SURABAYA – Pengembang properti di Surabaya menilai pemerintah perlu memberikan insentif bagi konsumen apartemen sebagai stimulus pasar sekaligus meningkatkan minat untuk tinggal di hunian vertikal saat lahan semakin terbatas.

Direktur Senior PT Ciputra Development Tbk, Sutoto Yakobus mengatakan saat ini pembeli apartemen di Surabaya lebih selektif dalam memilih lokasi yang bagus, sementara suplai unit apartemen juga semakin banyak.

“Konsumen apartemen butuh insentif, ini supaya mereka, terutama milenial dan kelas menengah yang suka hidup praktis bisa tinggal di apartemen, mengingat kondisi lahan sudah semakin sedikit,” ujarnya, Senin (8/7/2019).

Dia menjelaskan, insentif yang dibutuhkan bisa berupa pengembangan infrastruktur transportasi massal yang mudah dijangkau penghuni apartemen. Sutoto mencontohkan seperti apartemen-apartemen di Malaysia dan Thailand yang saat ini berdiri dan lokasinya tidak jauh dari halte atau stasiun sehingga memudahkan penghuni.

“Lalu apartemen di sana juga tidak banyak membangun fasilitas parkir tapi lebih banyak fasilitas ruang publik atau komersial karena mereka sudah tidak butuh kendaraan pribadi,” katanya.

Insentif berikutnya, lanjut Sutoto, kemudahan perizinan atau IMB, termasuk sertifikasi apartemen yang saat ini prosesnya cukup lama mengingat apartemen harus jadi lebih dulu setelah itu baru bisa disertifikasi.

Meski begitu, lanjut Sutoto, indikator-indikator lain yang mendorong sektor properti saat ini sudah cukup baik, di antaranya seperti suku bunga bank yang cenderung tidak naik bahkan banyak bank memberikan bunga rendah satu digit fixed 3 tahun.

“Beberapa bank masih oke, bunga bank umumnya masih belum naik, saya kira masih murah sekali. Bahkan dari segi perpajakan juga sudah tidak masalah, apalagi kemarin PPnBM juga dikurangi dengan menaikkan pagunya sehingga kami bisa jualan penthouse lagi,” imbuhnya.

Berdasarkan catatan Colliers International, pasokan apartemen di Surabaya terus mengalami peningkatan. Pada 2018 tercatat ada sekitar 35.000 an unit pasokan kumulatif apartemen termasuk unit eksisting. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2017 sekitar 30.000 an unit, atau dengan kata lain ada 4.379 unit pasokan baru atau 48% lebih tinggi dari 2017.

Hanya saja, tren hunian masih belum ada pergerakan baik apartemen strata tittle maupun apartemen sewa yakni sekitar 50%-60%, lantaran persaingan ketat apartemen sewa dengan hotel.

Tahun ini diperkirakan bakal ada 31,471 unit baru yang mulai digarap dan diproyeksi rampung 2021 oleh sejumlah pengembang besar seperti Ciputra Group dengan apartemen Ciputra Vittorio, Tanrise Group, Gunawangsa Tidar, Puncak MERR, Pakuwon dengan proyek Anderson, hingga PP Properti dengan proyek Grand Sungkono Lagoon.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
surabaya

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top