Malang Masuk Nominasi 10 Kota Kreatif, Andalkan Produk  Aplikasi dan Game

Kota Malang masuk nominasi 10 Kota Kreatif nasional dengan keunggulan kompetitif subsektor game dan aplikasi.
Choirul Anam | 13 Juni 2019 18:45 WIB

Bisnis.com, MALANG—Kota Malang masuk nominasi 10 Kota Kreatif nasional dengan keunggulan kompetitif subsektor game dan aplikasi.

Tim Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Deputi Infrastruktur BeKraf Loli Amalia Abdullah mengatakan 10 nomisasi kota/kabupaten kreatiftersebut, yakni kota Malang, Kota Palembang, Kabupaten Majalengka, Kota Semarang, Kabupaten Rembang, Kota Surakarta, Kabupaten Kutai Kartanegara,Kota Balikpapan, Kabupaten Gianyar, dan Kota Denpasar.

“Pada 18 Juni 2019 akan dilakukan tahap finalisasi penilaian melalui paparan di Jakarta (oleh Kepala Daerah) dihadapan Tim Juri, dan akan ditetapkan 4 (empat) role model kabupaten/kota kreatif Indonesia,” katanya di Malang, Kamis (13/6/2019).

Keunggulan kompetitif Kota Malang, pada subsektor aplikasi dan gim. Subsektor tersebut  pertama dan satu satunya, sementara daerah-daerah lain kebanyakan bergerak pada sub sektor kuliner, kriya atau fashion.

“Kota Malang sangat spesifik dan kekinian, tentu ini jadi poin tersendiri, "demikian diutarakan pada saat melakukan pertemuan dengan 4 aktor ekonomi kre ujarnya.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan komitmen membangun ekonomi kreatif tertuang secara tegas dalam salah satu misi kota Malang dan telah dipayungi dalam peraturan daerah.

Hal itu memperlihatkan keseriusan Pemkot Malang  dalam mengarusutamakan sektor ekonomi kreatif sebagai tulang punggung pembangunan daerah. Karenanya atas kepercayaan untuk menjadikan kotatersebut sebagai daerah unggulan sehinggu dapat memacu  pertumbuhan sektor ekonomi kreatif, khususnya potensi potensi pelaku bidang gim dan aplikasi.

“Saya juga berkeyakinan, tumbuh kembang secara subur komunitas dan pelaku game developers di Kota Malang, akan menjadi salah satu solusi untuk menekan angka pengangguran terbuka di kota Malang, "ujarnya/

Loli Amalia menambahkan tingkat pengangguran terbuka untuk kota Malang cenderung dikontribusi oleh lulusan perguruan tinggi yang tidak kembali ke daerahnya dan menetap serta beraktifitas di kota Malang.

Keberadaan ekonomi kreatif khususnya komunitas start up dan atau game developers mampu mewadahi para sarjana dari berbagai disiplin ilmu. Berbicarabicara aplikasi, bicara gim itu tidak hanya bicara IT tapi juga ada pelibatan aspek psikologi, aspek manajemen, aspek seni serta yang lainnya. Sehingga ke depan sektor ekonomi kreatif di bidang aplikasi dan gim di Kota Malang mampu menjadi rujukan ideal.

BeKraf  melalui Deputi Insfrastruktur, kata dia, memiliki salah satu program unggulan yaitu PMK3I. Kegiatan PMK3I merupakan kegiatan yang di lakukan untuk membantu kabupaten/kota di seluruh indonesia untuk mengenali potensi Ekonomi Kreatif di wilayahnya sebagai penggerak roda perekonomian kabupaten/kota tersebut.

Tujuan utama dari program ini adalah Pemerintah Daerah di Indonesia dapat mengenali potensi Ekonomi Kreatif unggulan di wilayahnya sehingga dapat berjejaring dengan pelaku kreatif di simpul geografis maupun simpul subsektor lainnya.

Proses penilaian melibatkan 4 aktor, yakni akademisi, bisnis,komunitas,pemerintah daerah dan 5 proses rantai ekonomi kreatif kreasi, produksi, distribusi, konsumsi dan konservasi.

Tercatat ada 347 kabupaten/kota yang telah tergabung sebagai kota/kabupaten kreatif. Terseleksi hanya 55 kabupaten/kota yang lolos dalam uji petik, dan terpilih 10 kabupaten/kota yang masuk nomimasi dalam penentuan penilaian akhir di Jakarta pada 18 Juni 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri kreatif, ekonomi kreatif, kota malang

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top