Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Daging Ayam Picu Inflasi Jatim Jelang Lebaran

Komoditas daging ayam menjadi salah satu pemicu inflasi 0,29% di Jawa Timur pada Mei 2019.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 10 Juni 2019  |  18:47 WIB
Kepala Bidang Distribusi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Satrio Wibowo saat paparan berita resmi statistik di Surabaya, Senin (10/6 - 2019).
Kepala Bidang Distribusi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Satrio Wibowo saat paparan berita resmi statistik di Surabaya, Senin (10/6 - 2019).

Bisnis.com, SURABAYA – Komoditas daging ayam menjadi salah satu pemicu inflasi 0,29% di Jawa Timur pada Mei 2019 mengingat tingginya kebutuhan daging ayam menjelang Hari Raya Idulfitri 2019.

Kepala Bidang Distribusi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Satrio Wibowo mengatakan harga daging ayam pada Mei terutama di minggu terakhir rerata mencapai Rp34.588/kg atau mengalami kenaikan harga 5,92% dibandingkan harga daging ayam pada April 2019 yang rerata Rp31.968/kg.

“Kami perkirakan kenaikan harga daging ayam pada Mei kemarin itu karena permintaan yang meningkat menjelang Lebaran, kan selama ini menu masakan khas Lebaran adalah opor ayam dan sejumlah makanan lainnya,” jelasnya saat paparan berita statistik, Senin (10/6/2019).

Selain daging ayam, penyumbang inflasi Jatim pada Mei lalu adalah tarif angkutan antar kota atau bus yang mengalami kenaikan sampai 7,47%. Diperkirakan tarif bus meningkat karena adanya momen mudik Lebaran dan libur anak sekolah.

“Kenaikan tarif terjadi terutama di minggu-minggu terakhir karena sudah mulai cuti bersama, orang sudah mulai mudik lebih awal. Namun untuk tarif angkutan udara malah turun 4,91% karena kebijakan penurunan tarif sehingga angkutan udara ini menjadi penyumbang deflasi,” jelasnya.

Satriyo menambahkan, bahkan untuk komoditas bawang putih yang dalam beberapa bulan sebelumnya sempat menjadi penyumbang inflasi kini sudah tidak lagi muncul dalam daftar penyumbang inflasi.

“Bisa jadi ini disebabkan oleh upaya pemerintah yang melakukan impor bawang putih sehingga bisa memenuhi kebutuhan masyarakat sebelum Lebaran dan bisa menekan inflasi. Tapi apakah bawang putih masih menyumbang inflasi atau menyumbang deflasi tidak ketahui yang pasti tidak ada dalam daftar 10 besar komoditas,” jelasnya.

Sementara untuk komoditas utama lainnya yang punya andil deflasi di Jatim di antaranya seperti bawang merah, beras, dan angkutan udara. Bawang merah mampu menekan laju inflasi kali ini lantaran adanya panen raya bawang merah di beberapa sentra bawang merah di Jatim.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

daging ayam
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top