Polisi Cegah 22 Orang dari Tulungagung Saat Hendak ke Jakarta

Dalih yang digunakan pihak perusahaan otobus adalah karena ada kerusakan mesin kendaraan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 Mei 2019  |  18:56 WIB
Polisi Cegah 22 Orang dari Tulungagung Saat Hendak ke Jakarta
Personel Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) melakukan demonstrasi pengamanan VVIP saat apel gelar pasukan Satgas Pengamanan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Tahun 2019 di Mako Paspampres, Jakarta, Selasa (14/5/2019). Gelar pasukan tersebut dalam rangka mempersiapkan pasukan dalam rangka pengamanan Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2019. - Antara/Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, TULUNGAGUNG — Aparat Kepolisian Resor Tulungagung, Jawa Timur, Senin (20/5/2019) dikabarkan melakukan tindakan pencegahan keberangkatan serombongan massa aksi ke Jakarta menggunakan jasa angkutan bus setempat.

Informasi yang beredar di kalangan awak media, ada 22 calon peserta aksi dari Tulungagung yang sudah bersiap berangkat menuju Jakarta. Mereka juga sudah tiba di garasi Bus PO Harapan Jaya pada pukul 09.00 WIB.

Namun keinginan para calon peserta aksi gerakan "people power" ke Jakarta itu rupanya terendus aparat dan saat itu juga dilakukan pencegahan dengan memerintahkan pihak PO Harapan Jaya untuk membatalkan keberangkatan bus tersebut.

"Kami arahkan agar tidak mengikuti giat dimaksud karena jarak jauh dan keselamatan diri masing-masing. Kami sampaikan agar dipikirkan ulang kalau akan ikut," kata Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar dikonfirmasi melalui telepon.

Ia tak secara lugas membenarkan adanya langkah pencegahan secara langsung oleh aparat.

Namun secara implisit Kapolres Tofik Sukendar mengakui sempat ada pergerakan massa aksi tujuan Jakarta yang mayoritas merupakan kelompok alumni 212 serta pendukung salah satu capres di Pemilu 2019.

Bus Harapan Jaya tujuan Jakarta yang sedianya mengangkut 22 peserta massa aksi untuk mengikuti gerakan "people power" di Jakarta itu akhirnya batal berangkat.

Namun dalih yang digunakan pihak perusahaan otobus adalah karena ada kerusakan mesin kendaraan.

Sikap pihak kepolisian dalam menanggapi isu pencekalan rombongan massa aksi tujuan Jakarta ini tidak terungkap dengan lugas.

Kabag Ops Polres Tulungagung Kompol Khairil pun enggan memberi keterangan resmi, dan sempat meminta waktu pada awal media yang menanyainya untuk meminta izin terlebih dulu ke Kapolres Tulungagung terkait operasi pencekalan tersebut.

"Saya tidak bisa menjelaskan itu. Coba tanyakan langsung ke Kapolres, karena di saya belum ada informasi," katanya.

Pada siang harinya, sekitar pukul 13.30 WIB, dua truk polisi yang sebagian dilengkapi senjata laras panjang kembali dikerahkan ke terminal dan stasiun Kota Tulungagung.

Di dua tempat ini petugas keamanan didampingi petugas Dishub dan Polsuska sempat memeriksa kelengkapan identitas dan barang bawaan calon penumpang.

Namun operasi dadakan itu tidak membuahkan hasil. Salah satu penyebabnya adalah sasaran razia yang dinilai tidak tepat, sebab bus-bus maupun kereta yang diperiksa penumpangnya adalah jurusan Surabaya, bukan yang punya trayek Jabodetabek, Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi.

"Hasil pemeriksaan sejauh ini nihil. Operasi ini ditujukan untuk mengantisipasi jika ada penumpang yang membawa narkoba, minuman keras ataupun senjata tajam. Disamping juga mengantisipasi pergerakan massa ke Jakarta juga," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Aksi 22 Mei

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top