Jelang Ramadan 2019 : Stok Pangan Jatim Stabil, Bawang Putih Defisit

Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan ketersediaan pasokan bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan momen Ramadhan dan Lebaran tahun ini, kecuali komoditi bawang putih yang masih defisit.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 25 April 2019  |  15:08 WIB
Jelang Ramadan 2019 : Stok Pangan Jatim Stabil, Bawang Putih Defisit
Sekretaris Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Martin Siamanungkalit (tengah) bersama dengan Kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim, Drajat Irawan (kanan) dan Kepala Bulog Divre Jatim Muhammad Hasyim (kiri) seusai menggelar Rapat Koordinasi HBKN di Surabaya, Kamis (25/4 - 2019).

Bisnis.com, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan ketersediaan pasokan bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan momen Ramadhan dan Lebaran tahun ini, kecuali komoditi bawang putih yang masih defisit.

Kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim, Drajat Irawan mengatakan untuk mengamankan pasokan bahan pokok dan harga, Disperindag Jatim sudah melakukan sejumlah upaya pemantauan melalui Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jatim.

“Saat ini kami memantangkan data-data harga bahan pokok. Ada 116 pencacah data dan koordinatornya 200 orang yang setiap hari membeberkan data kepada kita,” katanya seusai menggelar Rapat Koordinasi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Kamis (25/4/2019).

Dia mengatakan dari pantauan data Siskaperbapo, sejumlah komoditas utama tersebut cukup stabil di antaranya seperti beras berbagai jenis, minyak goreng, tepung, bumbu-bumbuan, cabe keriting, telur ayam, dan daging ayam ras.

“Hampir seluruh bahan pokok harganya stabil, hanya tinggal sedikit yakni komoditas bawang putih yang kurang pasokan dan masih menunggu impor dari Kemendag,” imbuhnya.

Data Siskaperbapo menyebutkan harga bawang putih di Surabaya saat ini masih sangat tinggi yakni berkisar antara Rp45.000-Rp60.000/kg karena kurangnya pasokan.

Drajat menambahkan, untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok saat momen Ramadhan ini, Disperindag Jatim, pemerintah kota/kabupaten maupun Bulog akan menggelar operasi pasar murah serentak mulai H-5 Ramadhan hingga H+3 Lebaran.

“Dalam operasi pasar maupun saat bawang putih impor datang, nanti ada Satgas Pangan Polda yang akan memantau di gudang-gudang importir, pasar maupun konsumen,” imbuhnya.

Sekretaris Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Martin Siamanungkalit mengatakan pemerintah saat ini sedang memproses impor bawang putih sebanyak 115.000 ton untuk memenuhi kebutuhan Lebaran ini atau untuk satu bulan.

Diperkirakan, impor bawang putih masuk ke Indonesia paling cepat awal Mei 2019.

“Untuk saat ini pemerintah ingin mengutamakan stok-stok yang ada dulu untuk dikeluarkan, sambil menunggu masuknya bawang putih impor dari 8 importir yang sudah disetujui,” katanya.

 Hanya saja, lanjutnya, kuota bawang putih impor untuk wilayah Jatim masih belum ditentukan angkanya mengingat impor akan masuk secara bertahap.

Kemendag mencatat, jumlah kebutuhan bawang putih secara nasional mencapai 450.000 ton/tahun. Sementara di Jawa Timur kebutuhannya rerata 4.690 ton/bulan.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Jawa Timur, produksi bawang putih pada 2019 diproyeksi akan mencapai 8.187 ton dari luas tanam 1.399 ha dengan luas panen 1.058 ha.

Hingga Februari 2019, target produksi bawang putih telah terealisasi sebanyak 746 ton. Diperkirakan, panen bawang putih sampai April mencapai 2.238 ton.

Sehingga dari jumlah produksi selama 4 bulan (Januari-April) tersebut, Jatim hanya mampu memenuhi sebesar 11% dari total kebutuhan bawang putih selama 4 bulan atau 18.760 ton

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jatim, sembako

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup