Jelang Ramadan, Peritel Jatim Naikkan Stok Barang 50 Persen

Perusahaan ritel di Jawa Timur menyiapkan pasokan barang khususnya makanan dan minuman serta pakaian setidaknya mencapai 50 persen dari total penjualan Ramadhan tahun lalu.
Peni Widarti | 22 April 2019 18:41 WIB
Menjelang Lebaran, banyak pedagang menjual kue kering di mobil pribadi - Antara

Bisnis.com, SURABAYA – Perusahaan ritel di Jawa Timur menyiapkan pasokan barang khususnya makanan dan minuman serta pakaian setidaknya mencapai 50 persen dari total penjualan Ramadhan tahun lalu.

Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jawa Timur April Wahyu Widati mengatakan dalam momen Ramdahan dan Lebaran tahun ini perusahaan ritel sudah mulai memasok barang-barang kebutuhan, terlebih lagi produk-produk makanan dan minuman kemasan juga parcel yang sudah mulai bisa dijumpai di toko ritel.

“Untuk persiapan Lebaran saat ini ritel sudah keep stok 50% dari total kontribusi penjualan tahun lalu, dan ini akan selesai (memasok) sampai akhir April ini,” katanya Senin (22/4/2019).

Dia mengatakan seperti tahun-tahun sebelumnya, momen Ramadhan dan Lebaran biasanya terjadi peningkatan konsumsi. Ramadhan kali ini pun diprediksi akan berkontribusi sekitar 25% - 30% dari total penjualan ritel di sepanjang 2019 ini.

“Ini biasanya produk yang paling laris saat momen Lebaran itu produk biskuit, sirup, snack serta produk fashion mulai dari baju sampai sepatu,” katanya.

Dia menambahkan, sektor ritel tahun ini juga cukup terdongkrak oleh adanya momentum pemilihan umum presiden dan DPR. Di Jatim sendiri, kata April, omset penjualan ritel pada hari H pemilu mengalami lonjakan 15% - 20%.

“Di samping ada kegiatan pemilu, banyak ritel yang juga memberikan diskon khusus sehingga mampu menaikkan omset,” imbuhnya.

Minuman Kemasan

Ketua Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin) Rachmat Hidayat mengatakan menjelang Ramdhan dan Lebaran ini pengusaha AMDK sudah menyiapkan logistik pergudangan agar distribusi produk ke konsumen lebih mudah.

“Kami sudah mempersiapkan stok AMDK mulai dari memaksimalkan produksi, menambah pasokan sampai persiapan pergudangan misalnya sewa gudang untuk menyimpan stok AMDK,” katanya.

Rachmat mengatakan penambahan produksi AMDK ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi selama momen Ramdhan dan Lebaran yang diprediksi mencapai 20% dibandingkan hari normal.

“Peningkatan konsumsi AMDK biasanya sudah bisa terlihat pada minggu pertama bulan puasa dan puncak konsumsi menjelang minggu ketiga sampai Lebaran,” katanya.

Dia menambahkan, momen-momen Lebaran termasuk pemilihan umum yang sudah berlangsung ini akan mendorong penjualan AMDK tahun ini. Pada momen pemilu saja, terjadi pertumbuhan penjualan sampai 10% dibandingkan bulan biasa.

"Konsumsi AMDK selama pemilu ini kan didorong oleh adanya konsentrasi masa yang banyak dalam kampanye terbuka, dan dalam momen coblosan,” imbuhnya.

Adapun Aspadin mencatat, pada 2018 konsumsi AMDK nasional mencapai 29 miliar liter, dengan konsumsi tertinggi berada di Jabodetabek, Jawa dan Bali dengan kontribusi 60%. Sedangkan konsumsi pada semester I/2019 ini diperkirakan bakal mencapai 15 miliar liter.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ritel, Ramadan

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top