Industri Mamin Jatim Bakal Tumbuh di Atas 30%

Industri makanan dan minuman di Jawa Timur tahun ini diperkirakan bisa tumbuh 20%- 30%.
Peni Widarti | 13 Maret 2019 20:14 WIB
Pengunjung melihat pengolahan makanan berbasis ikan. - Antara/M Agung Rajasa

Bisnis.com, SURABAYA - Industri makanan dan minuman di Jawa Timur tahun ini diperkirakan bisa tumbuh 20%- 30% lebih seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan adanya potensi peningkatan konsumsi selama momen Pemilu maupun Lebaran.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Jatim Yapto Willy Sinatra mengatakan pengusaha mamin optimistis selama momen pemilu nanti akan ada kebutuhan konsumsi yang besar terutama untuk snack-snack dan minuman kemasan.

"Kalau industri sepanjang tahun ini kami perkirakan penjualannya bisa tumbuh sekitar 20% tapi itu belum termasuk momen Pemilu dan Lebaran. Jika ada kedua momen tersebut maka kami optimistis lebih dari 30% an," katanya, Rabu (13/3/2019).

Yapto mengatakan belajar dari peristiwa bencana gempa dan tsunami di Palu dan Lombok tahun lalu, ternyata kebutuhan atau penyerapan produk makanan dan minuman kemasan pun meningkat tajam.

"Namun khusus peristiwa yang ini memang tidak bisa diprediksi, tapi yang terjadi omzet industri mamin kita bertambah saat ada bencana tersebut," imbuhnya.

Namun begitu, kata Yapto, industri makanan dan minuman tahun ini diperkirakan tidak akan melakukan stok besar-besaran sebagai antisipasi lonjakan kebutuhan produk makanan dan minuman kemasan.

Menurutnya, industri pun masih merasa wait and see atas momen pemilu dan memanti kebijakan-kebijakan pemerintah yang mendukung pengusaha, sehingga kali ini belum ingin menambah kapasitas produksi maupun melakukan ekspansi.

Khusus industri mamin skala UMKM, lanjut Yapto, saat ini terus berkembang pesat. Banyak bermunculan industri-industri baru dengan menawarkan produk-produk yang unik dan menarik.

Namun, lanjutnya, skala mikro dan kecil masih mengalami hambatan dalam pendaftaran Nomor Izin Edar (NIE) dari BPOM lantaran adanya syarat-syarat yang cukup rumit yang harus dipenuhi.

"Contohnya dimintai sertifikat bahan-bahan baku yang digunakan. Nah ini kebanyaman mereka beli bahannya kan di toko, jadi agak susah, lalu ada izin usaha industri (IUI) yang dulunya hanya pakai Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT)," jelasnya.

Yapto menambahkan meski begitu, pemerintah saat ini terus membenahi layanan izin seperti BPOM yang sudah bisa dilakukan dengan cara online. Diharapkan pemerintah selanjutnya yang terpilih dapat menggalakkan industri dari bawah yakni mikro sampai menemukan solusi dalam menghadapi kendala.

Adapun Gapmmi Jatim saat ini memiliki sekitar 4.000-an anggota. Sebanyak 75% di antaranya merupakan industri skala mikro dan kecil, sebanyak 10% merupakan industri skala menengah dan sisanya merupakan industri besar.

Tag : industri makanan dan minuman
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top