Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bulog Jatim Targetkan Serap 351.000 Ton Gabah Petani

Perum Bulog Divisi Regional Jawa Timur tahun ini memproyeksikan akan menyerap gabah petani sebanyak 351.000 ton yang diperoleh dari setiap musim panen di sepanjang tahun ini.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 23 Januari 2019  |  17:41 WIB
Petani membersihkan gabah. - Antara
Petani membersihkan gabah. - Antara

Bisnis.com, SURABAYA – Perum Bulog Divisi Regional Jawa Timur tahun ini memproyeksikan akan menyerap gabah petani sebanyak 351.000 ton yang diperoleh dari setiap musim panen di sepanjang tahun ini.

Kepala Bulog Jatim, Muhammad Hasyim mengatakan saat ini Bulog Jatim memiliki stok beras sebanyak 640.000 ton. Dengan menyerap gabah petani tahun ini, diharapkan stok beras bisa mencapai sekitar 1 juta ton.

"Sedangkan soal harga beras tahun ini, kita masih menunggu Inpres yang baru, tapi yang dirilis di pusat masih Rp7.300/kg kalau ditambah 10% fleksibilitas harga, bisa sekitar Rp8.030/kg. Kita tunggu perintah dari pusat," katanya seusai mengikuti High Level Meeting TPID Jatim, Rabu (23/1/2019).

Dia mengatakan tahun ini Bulog masih akan terus membuat program operasi pasar sebagai upaya dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk menekan laju inflasi terutama pada momen-momen tertentu seperti hari besar keagamaan.

"Operasi pasar selalu kami lakukan, bukan hanya di pasar-pasar tradisional, bahkan sampai di daerah permukiman dan kantor kecamatan," katanya.

Hasyim mengungkapkan, tahun lalu Bulog Jatim menggelar operasi pasar dengan menjual sekitar 80.000 ton beras. Tahun ini diperkirakan bisa meningkat atau bahkan lebih rendah.

"Kita lihat situasi panen dan kondisi pergerakan harga tahun ini bagaimana. Jadi bisa lebih meningkat atau lebih rendah jumlah beras operasi pasar," katanya.

Hasyim menambahkan, pelaksanaan operasi pasar sejak akhir tahun lalu masih akan terus berlangsung sampai 31 Mei 2019.

"Kalau ada perintah operasi pasar lagi, baru akan dilaksanakan," imbuhnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bulog gabah petani
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top