BI Malang Dorong Peningkatan Literasi Ekonomi Syariah

Bank Indonesia (BI) Malang mendorong peningkatan literasi dan inklusi ekonomi syariah sehingga pengembangan ekonomi sektor tersebut bisa dipercepat.
Choirul Anam | 02 Desember 2018 20:21 WIB
Ratusan siswa TK di Malang antusias mengikuti lomba menggambar pada Road ISEF 2018 BI Malang, Minggu (2/12/2018). - Istimewa

Bisnis.com, MALANG – Bank Indonesia (BI) Malang mendorong peningkatan literasi dan inklusi ekonomi syariah sehingga pengembangan ekonomi sektor tersebut bisa dipercepat.

Plt Kepala Kantor Perwakilan BI Malang Jaka Setyawan mengatakan dengan besarnya pangsa pasar ekonomi riil syariah, maka perlu dikembangkan dan dibangun sinergi sehingga mampu meningkatkan peran pada sektor-sektor ekonomi riil syariah.

"Jadi mendorong industri halal saja tidak cukup, tetapi harus ada sinergi secara holistik yang mampu mengintegrasikan antara barang dan jasa, logistik serta jaringan," katanya di Malang, Minggu (2/12/2018).

Dalam Cetak Biru Ekonomi dan Keuangan Syariah pilar kedua, kata dia, BI mendukung distribusi pembiayaan syariah untuk pengembangan rantai nilai halal melalui pendalaman pasar keuangan syariah untuk meningkatkan efisiensi manajemen likuiditas pasar keuangan syariah.

Ke depan, untuk meningkatkan peran dan kontribusi ekonomi dan keuangan syariah secara global dan nasional, diperlukan peran aktif semua pihak, baik pembuat kebijakan, pelaku ekonomi maupun dunia pendidikan.

Bank Indonesia senantiasa mendorong koordinasi langkah-langkah untuk mensinergikan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Untuk mendorong peningkatan angka literasi dan inklusi ekonomi syariah, terutama keungan syariah, BI Malang menggelar Road to Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) 2018.

Adapun penyelenggaraan ISEF 2018 di Hall lantai dasar Malang Town Square tanggal 1-2 Desember 2018.

Jaka yang juga Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Malang, mengatakan ISEF merupakan event ekonomi dan keuangan syariah terbesar dan terdepan di Indonesia yang mengintegrasikan pengembangan sektor keuangan dan perekonomian sektor riil.

Kegiatannya diskusi dan talkshow, promosi dan edukasi (fair), pameran produk UMKM, pesantren, hingga forum komunikasi antara berbagai lembaga dan entitas bisnis yaitu Bank Indonesia, Pemerintah Pusat, Otoritas Jasa Keuangan, institusi keuangan syariah, lembaga pendidikan, lembaga internasional, dan berbagai entitas lainnya.

BI telah menyelenggarakan ISEF sebanyak 4 kali sejak 2014 dan tahun ini merupakan kali ke lima yang semuanya digelar di Kota Surabaya.

Terkait Road to ISEF 2018 KPw BI Malang, berbagai kegiatan menarik a.l talkshow dengan tema Holistic Sharia Economic dan “Mengenal lebih dekat Ekonomi Syariah”, Bedah buku “Sebentang Kearifan dari Barat” karya Oki Setiana Dewi, Demo Make Up bersama Inivindy, hiburan musik, serta demo hijab dari Zoya.

Berbagai lomba seperti lomba mewarnai untuk pelajar TK, serta lomba story telling Sirah Nabawiyah untuk pelajar SD. Selain itu ada 11 stan perbankan syariah sehingga masyarakat dapat menerima informasi yang jelas tentang keuangan dan produk perbankan syariah.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan upaya meningkatkan literasi dan inklusi ekonomi syariah, terutama keuangan syariah, perlu, agar pengembangan sektor ekonomi tersebut bisa cepat.

"Yang juga perlu saya tekankan, antara ekonomi konvensional tidak perlu dipertentangkan," katanya.

Tag : ekonomi syariah, ISEF
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top