BUMD di Kabupaten Kediri Diminta Tampung Jagung Petani

Bupati Kediri Haryanti Sutrisno memerintahkan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, untuk menampung hasil panen jagung petani sebagai upaya memperkuat stok dan mengendalikan harga.
Newswire | 14 November 2018 19:14 WIB
Presiden Direktur Charoen Pokphand Indonesia (CPI) Tjiun Thomas Effendy (kanan) bersama Ketua umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko (kedua kanan), Presiden Direktur PT Bisi International Tbk Jemmy Eka Putra (kedua kiri) dan Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Sumardjo Gatot Irianto (kanan) secara simbolis melakukan panen jagung hibrida bertajuk 'Guyub Panen Nusantara' di Desa Mejono, Kediri, Jawa Timur, Kamis (18/10/2018). - Antara/Prasetia Fauzani

Bisnis.com, KEDIRI – Bupati Kediri Haryanti Sutrisno memerintahkan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, untuk menampung hasil panen jagung petani sebagai upaya memperkuat stok dan mengendalikan harga.

"Kami akan optimalkan BUMD untuk menampung jagung supaya tidak terjadi kekosongan pasokan. Kemudian, stok jagung di Bulog kami optimalkan sebagai stok penyangga," kata Bupati di Kediri, Rabu (14/11/2018).

Ia mengungkapkan, produksi jagung di Kabupaten Kediri saat ini cukup melimpah. Dari luas total panen di November 2018 dengan luas 4.900 hektare, produktivitas tanaman jagung bisa mencapai 6,5 ton per hektare. Dengan itu, total produksi bisa diperkirakan hingga mencapai 31.800 ton.

Ia menambahkan, harga jagung di tingkat petani saat ini relatif bagus hingga Rp5.050 per kilogram. Dengan harga yang relatif bagus itu, otomatis pendapatan petani juga bagus. Selain itu, para peternak yang membutuhkan juga tidak harus mengeluarkan dana yang besar untuk membeli pakan.

"Sebelumnya di harga Rp5.500 per kilogram, peternak menangis. Kami telusuri hal itu dan ternyata jagung yang dihasilkan di Kediri ini dibawa keluar oleh pengusaha besar sehingga terjadi kelangkaan jagung untuk pakan. Tapi sekarang karena harga sudah normal dan kami tahu permasalahan, peternak sudah mudah mendapatkan jagung untuk pakan," ujar Bupati.

Pihaknya juga menegaskan, pemerintah kabupaten juga berupaya keras agar produksi pertanian salah satunya jagung selalu lebih baik setiap kali panen. Selain pemberian bantuan benih, pemerintah juga memberikan bantuan benih, hingga mesin pertanian. Pemerintah juga terus melakukan perbaikan sarana fisik seperti irigasi, sehingga air juga mengalir lebih bagus ke sawah petani.

Pemerintah Kabupaten Kediri melakukan panen serentak tanaman jagung dimulai di Desa/Kecamatan Plemahan, Kediri, pada akhir pekan lalu. Kegiatan itu juga dihadiri oleh Kementerian Pertanian yang diwakili oleh Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Suwandi.

Suwandi saat itu mengatakan produksi jagung di Indonesia sebenarnya cukup melimpah, bahkan mampu ekspor. Secara nasional, sejak Januari-September 2018 Indonesia sudah mengekspor jagung hingga lebih dari 372.000 ton.

Sedangkan, total produksi jagung untuk kebutuhan pakan ternak di November 2018 sebesar 31.800 ton. Petani juga cukup mendapatkan keuntungan yang besar, sebab harga jagung saat ini relatif cukup bagus, yakni Rp5.050 per kilogram.

Pihaknya juga mengapresiasi produksi jagung di Kabupaten Kediri yang relatif bagus. Namun, ia tetap menganjurkan agar petani memanfaatkan pola tanam yang baik serta tetap menggunakan pupuk organik agar tanah tetap bagus, sehingga produksi pertanian juga tetap melimpah.

Sumber : Antara

Tag : jagung, kediri
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top