Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jelajah Properti Jatim, Begini Kondisi pada Tahun Politik

Pada awal pandemi, yakni 2020, pasar rumah menengah-mewah di Malang Raya  malah masih bisa tumbuh.
Penyelesaian sebuah perumahan mewah./Bisnis-Paulus Tandi Bone.
Penyelesaian sebuah perumahan mewah./Bisnis-Paulus Tandi Bone.

Bisnis.com, MALANG — Dinamika politik menjelang Pemilihan Umum 2024 diproyeksikan sedikit banyak mengganggu penjualan rumah menengah-atas di Malang Raya.

Ketua Realestat Indonesia (REI) Malang, Suwoko, mengatakan sampai triwulan III/2023 penjualan rumah menengah-atas di Malang Raya mengalami kontraksi, setidaknya sama dengan kondisi 2022, tidak ada pertumbuhan.

“Secara umum target-target yang direncanakan pengembang tidak sesuai dengan ekspektasi. Pasar masih lesu. Hanya pasar di Kota Malang yang masih bagus,” ujarnya, Senin (25/9/2023).

Dia mengilustrasikan, ada pengembang yang merencanakan dapat menjual 8 unit/bulan, namun realisasinya hanya mampu terjual 3-4 unit/bulan saja. Hal itu terutama dirasakan pengembang pada triwulan III/2023.

Pada awal pandemi, yakni 2020, dia menegaskan, pasar rumah menengah-mewah di Malang Raya malah masih bisa tumbuh. Bahkan saat Covid lagi ganas-ganasnya, penjualan rumah masih tetap tumbuh.

Dia menegaskan, hal itu terjadi karena konsumen rumah mewah banyak juga yang merupakan investor. Saat terjadi krisis kesehatan yang berdampak harga rumah turun, justru kesempatan emas bagi investor untuk membeli rumah.

“Pasar rumah menengah-mewah dari triwulan I-III/2023 turun 5 persen bila dibandingkan pada saat Covid,” ujarnya.

Pada triwulan IV/2023, dia tidak terlalu optimistis pasar rumah menengah-mewah akan bangkit. Pertimbangan, karena periode sudah memasuki tahun politik, yakni proses pendaftaran Capres dan Cawapres serta legislatif.

Investor rumah mewah-menengah, kata dia, sangat sensitif terhadap isu ekonomi-politik. Masalah stabil atau tidaknya masalah ekonomi-politik akan menjadi pertimbangan orang yang preferensinya sebagai investor untuk membeli rumah.

Jika presiden yang terpilih sesuai dengan ekspektasi investor dan Pemilu berjalan baik, maka diprediksikan pada 2024 pasar rumah menengah-mewah akan bangkit. Jika yang terjadi sebaliknya, dia khawatir, pasar rumah menengah-mewah semakin terpuruk. Apalagi presiden yang terpilih tidak sesuai dengan ekspetasi karena dianggap tidak ramah terhadap pasar.

“Kecenderungan saat memasuki tahun politik memang seperti itu. Jadi reaksi pasar memang khas. Saat Ramadan-Idulfitri, sektor konsumsi tumbuh, tahun ajaran baru sektor pendidikan dan yang terkait dengannya naik,” ujarnya.(K24)

Program Jelajah Properti Jatim didukung oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim), PT Bank Central Asia Tbk (BCA), CitraLand Surabaya, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Honda Surabaya Center, Waringin Hospitality, Sadz Water. Kegiatan ini bertujuan memotret geliat usaha properti di sejumlah titik di Jawa Timur.

Jelajah Properti Jatim, Begini Kondisi pada Tahun Politik


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Choirul Anam
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper