Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BI Malang Nilai Inflasi pada Idulfitri Masih Terjaga

Perkembangan inflasi 2023 masih perlu dicermati seiring masih adanya risiko seperti cuaca ekstrem dimana terjadinya pergeseran
Foto udara kendaraan pemudik memenuhi kantong parkir Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Rabu (19/4/2023). Melonjaknya jumlah pemudik dari Bali ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk tersebut menyebabkan antrean memasuki kapal hingga 9 jam./Antara-Budi Candra Setya.
Foto udara kendaraan pemudik memenuhi kantong parkir Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Rabu (19/4/2023). Melonjaknya jumlah pemudik dari Bali ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk tersebut menyebabkan antrean memasuki kapal hingga 9 jam./Antara-Budi Candra Setya.

Bisnis.com, MALANG — Bank Indonesia Malang menilai inflasi Kota Malang pada April yang momen Lebaran masih dapat terjaga rendah, yakni 0,24 persen.

Kepala Perwakilan BI Malang, Samsun Hadi, mengatakan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Malang pada April 2023 mengalami inflasi sebesar 0,24 persen (mtm), secara tahun kalender dan tahunan tercatat mengalami inflasi masing-masing sebesar 0,90 persen (ytd) dan 4,49 persen (yoy).

“Inflasi pada April rendah dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,42 persen (mtm) serta lebih rendah dari inflasi Jawa Timur dan nasional yang tercatat mengalami inflasi sebesar 0,30 persen (mtm) dan 0,33 persen (mtm),” katanya, Rabu (3/5/2023). 

Inflasi pada momen Ramadan dan Idulfitri 2023, kata dia, relatif lebih rendah dari 2022. Hal itu dipengaruhi oleh pasokan hortikultura yang relatif terjaga, dimana terjadi deflasi pada komoditas cabai rawit dan bawang merah yang dapat meredam capaian inflasi umum.

Inflasi periode April 2023, ujar dia, didorong oleh kenaikan harga beberapa kelompok pengeluaran dengan sumbangan terbesar berasal dari kelompok transportasi dengan andil sebesar 0,18 persen (mtm), kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil inflasi sebesar 0,04 persen (mtm) dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar lainnya dengan andil sebesar 0,03 persen (mtm). 

“Inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh deflasi yang terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil sebesar -0,02 persen (mtm),” ucapnya.

Berdasarkan komoditasnya, inflasi Kota Malang terutama didorong oleh kenaikan harga pada komoditas angkutan udara, daging ayam ras, beras, emas perhiasan dan biaya keamanan masing-masing dengan andil 0,16 persen, 0,07 persen, 0,06 persen, 0,03 persen, dan 0,02 persen (mtm). 

Kenaikan harga komoditas tersebut terjadi seiring kenaikan permintaan pada momen Idulfitri. Inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh deflasi yang terutama terjadi pada komoditas cabai rawit, bawang merah dan telur ayam ras, masing-masing dengan andil -0,18 persen, -0,01 persen, dan -0,01 persen. 

Penurunan harga komoditas cabai rawit dan bawang merah terjadi seiring memasuki musim panen di berbagai sentra produksi. 

Perkembangan inflasi 2023, dia mengingatkan, masih perlu dicermati seiring masih adanya risiko seperti cuaca ekstrem dimana terjadinya pergeseran dari La Nina ke El Nino menurut BMKG yang memicu kondisi kekeringan akan muncul pada semester II 2023 berisiko menyebabkan penundaan dalam penanaman tanaman, penurunan luas tanam atau bahkan menyebabkan gagal panen. 

Selain itu risiko tingginya harga pangan dan energi dunia akibat masih berlanjutnya konflik Rusia-Ukraina, yang dapat mempengaruhi tingkat inflasi global, nasional maupun Kota Malang perlu diwaspadai. 

Ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Joko Budi Santoso, menilai inflasi pada April di Kota Malang yang terdapat momentum Lebaran di Kota Malang relatif terjaga rendah. Hal itu menunjukkan keberhasilan dari sinergi semua pihak dan pemerintah daerah di dalam menjaga pasokan dan stabilitas harga komoditas pangan.

“Selama April andil besar inflasi dari kelompok transportasi tidak dapat dihindarkan karena peningkatan arus mudik pascapandemi, namun secara keseluruhan inflasi April sangat terjaga meski dalam tekanan permintaan yang tinggi sebagai dampak kenaikan daya beli masyarakat karena guyuran THR, bansos dan sumber pendapatan lainnya,” katanya, Selasa (2/5/2023).

Pada Mei, kata dia, inflasi dapat diproyeksikan akan lebih landai dibandingkan April karena sebagian masyarakat akan lebih menjaga konsumsinya dibandingkan saat momentum Lebaran dan Ramadan. Meski demikian, koordinasi efektif berbasis sistem informasi harga patut diperkuat untuk memastikan kestabilan harga komoditas strategis.

Kepala BPS Malang, Erny Fatma Setyoharini, mengatakan tingkat inflasi month to month (m-to-m) April 2023 sebesar 0,24 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) April 2023 sebesar 0,9 persen. Inflasi year on year (y-on-y) sebesar 4,49 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,69.(K24)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Choirul Anam
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper