Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ramadan dan Lebaran Dorong Inflasi Jatim 0,30 Persen

Provinsi Jawa Timur pada April 2023 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,30 persen yang disebabkan oleh kenaikan harga sejumlah komoditas pangan.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 02 Mei 2023  |  16:03 WIB
Ramadan dan Lebaran Dorong Inflasi Jatim 0,30 Persen
Ilustrasi petani memanen tomat. - Freepik.

Bisnis.com, SURABAYA — Provinsi Jawa Timur pada April 2023 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,30 persen yang disebabkan oleh kenaikan harga sejumlah komoditas pangan dan transportasi pada momen Ramadan dan Lebaran.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Zulkipli mengatakan dari 8 kota yang menghitung Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jatim seluruhnya mengalami inflasi.

“Inflasi tertinggi pada April ini terjadi di Sumenep 0,45 persen, dan terendah terjadi di Kediri 0,13 persen,” katanya dalam paparan Inflasi Jatim, Selasa (2/5/2023).

Jika dilihat secara year to date atau April 2023 terhadap Desember 2022, Jatim telah mengalami inflasi sebesar 1,16 persen. Sedangkan secara year to year atau April 2023 terhadap April 2022 Jatim mengalami inflasi 5,35 persen.

Adapun sejumlah komoditas yang menyumbang inflasi di antaranya adalah tomat yang mengalami kenaikan harga hingga 15,37 persen, disusul semangka 8,49 persen, angkutan antar kota 5,77 persen, daging ayam ras 4,55 persen, ayam hidup 4,19 persen, emas perhiasan 2,35 persen, angkutan udara 2,24 persen, rokok 1,12 persen, daging sapi 1,08 persen, dan beras 0,88 persen.

Sementara komoditas yang memicu deflasi atau menahan laju inflasi yakni cabai rawit turun harga hingga -34,48 persen, nangka muda -9,36 persen, terong -3,88 persen, labu siam -4,74 persen, minyak goreng -0,93 persen, telur ayam ras -0,94 persen, cumi-cumi -2,48 persen, tongkol diawetkan -1,62 persen, susu bubuk -1,37 persen, dan bawang putih -1,18 persen.

Dia menjelaskan, momen Ramadan dan Idulfitri ini menjadi salah satu faktor musiman dalam pergerakan inflasi yang cenderung tinggi dibandingkan bulan lain karena adanya peningkatan permintaan sebagai kebutuhan.

Tiga kelompok pengeluaran dengan andil cukup tinggi dalam inflasi adalah makanan, minuman dan tembakau, serta pakaian dan alas kaki, dan transportasi,” katanya.

“Transportasi seperti angkutan udara terjadi kenaikan harga tiket pesawat yang rata-rata terjadi mulai H-7, dan sedikit turun pada H1 dan H2 Lebaran. Sedangkan makanan, seperti daging ayam ras juga mengalami kelangkaan sehingga harganya sempat tembus Rp60.000/kg,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi jatim
Editor : Miftahul Ulum

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    Terpopuler

    Banner E-paper
    back to top To top