9.842 Pendaftar SNBP Memilih Universitas Brawijaya

Kuota masing-masing jalur yang ditentukan Universitas Brawijaya yakni  SNBP 30 persen, SNBT (Seleksi Nasional Berbasis Tes) 30 persen, dan mandiri 40 persen.
Wakil Rektor I Bidang Akademik UB, Prof. Imam Santo./Ist
Wakil Rektor I Bidang Akademik UB, Prof. Imam Santo./Ist

Bisnis.com, MALANG — Sebanyak 39.842 pendaftar memilih Universitas Brawijaya (UB) pada jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi atau SNBP. 

Wakil Rektor I Bidang Akademik UB, Prof. Imam Santoso, mengatakan jumlah pendaftar sebanyak itu akan bersaing memperebutkan 5497 kursi yang disediakan pada jalur SNBP 2023.

“Sebanyak 39.842 terdiri dari 26.814  (67.3 persen) menempatkan UB di pilihan pertama dan sebanyak 13.028 (32.7 persen) memilih UB pada pilihan ke dua,” katanya, Rabu (8/3/2023).

Lima prodi saintek yang paling diminati pendaftar, yakni pendidikan dokter, teknik informatika, ilmu keperawatan, farmasi, dan Ilmu gizi, sedangkan lima prodi sosial humaniora dengan peminat terbanyak, yakni psikologi, akuntansi, manajemen, ilmu hukum, dan komunikasi. 

Imam yang mantan Dekan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UB tersebut mengatakan, jumlah peminat UB dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya karena semakin banyaknya prodi yang sudah terakreditasi internasional. "Di UB sudah ada sekitar 60-70 prodi terakreditasi internasional sehingga ini menjadi modal kuat dari sisi kinerja,” ucapnya.

Selain itu, lokasi UB sangat strategis didukung dengan harga kebutuhan pokok yang terjangkau untuk kalangan mahasiswa.

Kuota masing-masing jalur yang ditentukan UB, yakni  SNBP 30 persen, SNBT (Seleksi Nasional Berbasis Tes) 30 persen, dan mandiri 40 persen. "Sesuai dengan peraturan apabila kuota yang diterima pada jalur prestasi tidak terpenuhi maka akan ditambahkan pada SNBT,” katanya.

Begitu pula jika kuota SNBT tidak terpenuhi maka akan ditambahkan pada jalur mandiri. Meskipun begitu untuk kuota jalur mandiri tidak boleh lebih dari 50 persen.

Menanggapi peminat prodi psikologi yang meningkat, Kepala Departemen Psikologi UB, Ali Mashuri, menjelaskan ada dua faktor yang mempengaruhi, yakni dari segi keilmuan dan prospek kerja.

"Dari segi ilmu, psikologi mempelajari perilaku manusia yang merupakan aktor utama dalam peradaban. Psikologi bisa mempelajari emosi dan perilaku manusia. Dari segi prospek kerja, bidang psikologi sangat relevan dengan berbagai bidang pekerjaan mulai dari industri hingga pemerintah," katanya.(K24)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Choirul Anam
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper