Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kinerja Jamu Iboe Jaya Diproyeksi Tumbuh 10 - 15 Persen

Jamu Iboe tahun ini akan kembali gencar memperluas potensi pasar secara offline seperti melalui gelaran event maupun menambah outlet Jamu Bar.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 09 Februari 2023  |  15:36 WIB
Kinerja Jamu Iboe Jaya Diproyeksi Tumbuh 10 - 15 Persen
Ilustrasi minuman berbahan dasar rempah. - Freepik

Bisnis.com, SURABAYA - PT Jamu Iboe Jaya memproyeksikan kinerja penjualan perseroan tahun ini bisa tumbuh setidaknya 10 - 15 persen seiring dengan potensi pasar offline yang kembali bergeliat.

Direktur Utama Jamu Iboe Jaya, Stephen Walla mengatakan permintaan produk Jamu dan minuman kesehatan pada saat pandemi Covid-19 memang sangat meningkat, kemudian pasca pandemi seperti tahun lalu tampak sedikit ada penurunan pasar terutama untuk penjualan secara online.

“Saat pandemi permintaan luar biasa bagus, karena kesadaran masyarakat terhadap jamu untuk imunitas, tetapi sekarang kan sudah masuk recovery dan tren Covid-19 sudah turun, sehingga tingkat kewaspadaan masyarakat pun berkurang dan ini berpengaruh terhadap penjualan jamu dan minuman kesehatan yang demandnya turun,” jelasnya, Kamis (9/2/2023).

Dia mengatakan untuk meningkatkan kembali kesadaran masyarakat terhadap kesehatan yang tidak hanya penyakit Covid-19, Jamu Iboe tahun ini akan kembali gencar memperluas potensi pasar secara offline seperti melalui gelaran event maupun menambah outlet-outlet Jamu Bar ke berbagai tempat.

“Dulu penjualan online tinggi sekali, dan sekarang turun, tetapi untuk penjualan offline kita sudah mulai buka lagi outlet Jamu Bar di rumah sakit, mal-mal, sektor horeka (hotel, resto, kafe) hingga sekolah. Kita perlu mengingatkan justru saat ekonomi kita gas pol, segala sektor di-push, nah itu juga butuh immunity,” ujarnya.

Adapun selama pandemi, penjualan produk Jamu Iboe secara online telah berkontribusi sekitar 30 - 40 persen, tetapi kini sudah bergeser menjadi hanya 20 persen, dan sebanyak 80 persen lainnya merupakan penjualan secara offline.

Stephen juga optimistis proyeksi kinerja Jamu Iboe bisa tercapai dengan strategi lain yang tengah dijajaki perseroan, seperti menyasar sektor pariwisata. Penjualan produk Jamu Iboe juga akan masuk ke tempat-tempat wisata seperti Desa Wisata.

“Kita sedang melihat sektor pariwisata masih recovery dan belum total sembuh, tetapi ita coba mengikuti sektor ini, kita akan buka Jamu Bar dan yang sudah kita buka di Ranch Market Malang, ritel store dan di foodcourd Pasar Rame di Bali. Tentunya kita mencari lokasi potensial, dan local partner untuk kemitraan di desa wisata,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jamu jatim
Editor : Miftahul Ulum

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    Terpopuler

    Banner E-paper
    back to top To top