Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Permintaan Minuman Kesehatan Jamu Iboe Naik 3 Kali Lipat selama Pandemi Corona

PT Jamu Iboe Jaya menyebut tren permintaan produk healthy drink atau minuman kesehatan melalui online mengalami peningkatan 2-3 kali lipat sejak terjadi pandemi Covid-19.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 04 Juni 2020  |  04:30 WIB
Ilustrasi: Bahan Baku minuman obat tradisional atau jamu. - Istimewa
Ilustrasi: Bahan Baku minuman obat tradisional atau jamu. - Istimewa

Bisnis.com, SURABAYA - PT Jamu Iboe Jaya menyebut tren permintaan produk healthy drink atau minuman kesehatan melalui online mengalami peningkatan 2-3 kali lipat sejak terjadi pandemi Covid-19.

S, tephen WallaDirektur Utama Jamu Iboe Jaya, mengatakan sejak pandemi dimulai di Indonesia dan banyak penelitian yang menyebutkan bahwa jamu asal Indonesia sangat bagus untuk menjaga daya tahan tubuh, permintaan produk minuman kesehatan pun jadi meningkat.

"Sejak itu antusias masyarajat untuk minum jamu atau minuman kesehatan yang mengandung temulawak, kunyit, jahe dan serai pun meningkat karena memang bahan-bahan alami itu bagua untuk ketahanan tubuh," katanya, Rabu (3/6/2020).

Dia mengatakan peningkatan permintaan paling besar terjadi pada Maret dan April. Bahkan permintaan melalui penjualan online lebih diminati di saat masyarakat menerapkan physical distancing.

"Akhirnya orang yang tadinya belanja ke toko jamu sekarang berkurang karena ada physical distancing, bahkan ada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya. Namun yang online ini tetap stabil bahkan ada peningkatan," katanya

Meski begitu, tambah Stephen, kontribusi penjualan secara online saat ini memang masih belum bisa mengimbangi penjualan outlet. Perseroan saat ini terus mengembangkan layanan home delivery service guna menggenjot pendapatan.

Stephen menambahkan meski ada peningkatan pada produk minuman kesehatan tetapi ada juga produk lain yang tidak relevan dengan pandemi Covid-19 akhirnya mengalami penurunan permintaan.

Saat ini, tambahnya, perseroan hanya akan fokus memikirkan cara penjualan dan promosi serta menyiapkan program menarik melalui sosial media untuk terus bertahan di tengah pandemi.

"Biasanya setiap tahun kita luncurkan varian baru, tapi tahun ini kita tunda dulu peluncuran varian-varian baru untuk produk minuman kesehatannya," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jamu covid-19
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top