Ekonomi Jatim 2022 Tumbuh 5,34 Persen, Ditopang Industri Pengolahan dan Perdagangan

Ekonomi Jatim pada 2022 ditopang industri pengolahan yang berkotribusi 30,60 persen dengan pertumbuhan (c to c) sebesar 6,28 persen.
Ilustrasi industri pengolahan ikan./Bloomberg
Ilustrasi industri pengolahan ikan./Bloomberg

Bisnis.com, SURABAYA - Provinsi Jawa Timur mencatatkan kinerja pertumbuhan ekonomi di sepanjang 2022 mencapai sebesar 5,34 persen atau lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,31 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Dadang Hardiwan mengatakan kinerja pertumbuhan ekonomi Jatim pada 2022 ini sudah menunjukkan perbaikan pasca pandemi Covid-19.

“Kalau kita lihat dari sisi tren sebelum pandemi, perekonomian Jatim 2022 ini merupakan capaian tertinggi setelah masa Covid-19, dan menunjukan suatu perbaikan yang positif. Saat pandemi 2020, ekonomi Jatim anjlok -2,33 persen, lalu 2021 mulai membaik tumbuh 3,56 persen, dan kini pada 2022 berhasil tumbuh 5,34 persen,” jelasnya dalam paparan Berita Resmi Statistik (BRS), Senin (6/2/2023).

Dia menjelaskan, ekonomi Jatim pada 2022 ditopang oleh sektor-sektor unggulan yakni industri pengolahan yang berkotribusi 30,60 persen dengan pertumbuhan (ctc) sebesar 6,28 persen.

Selain itu, lanjutnya, ekonomi Jatim juga ditopang sektor perdagangan besar dan eceran, dan reparasi mobil dan sepeda motor dengan kontribusi 18,67 persen dan tumbuh 6,87 persen, disusul sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang berkontribusi 11,11 persen dengan pertumbuhan 1,79 persen.

“Meningkatnya pertumbuhan produksi barang dan jasa pada 2022 menunjukan kuatnya tren pemulihan ekonomi Jatim di tengah hantaman berbagai isu global dan kenaikan harga BBM. Kerja berbagai stimulus perekomian pemerintah sejauh ini telah mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Dadang menyebutkan secara umum industri pengolahan masih berada pada fase ekspansi, khususnya industri makanan dan minuman (mamin), industri kulit dan industri tekstil, serta industri barang galian bukan logam. Sementara industri tembakau masih tertekan akibat kenaikan cukai.

“Beberapa proyek strategis nasional juga masih terus berlanjut seperti Jalan Tol Probolinggo - Banyuwangi, Bandara Internasional Dhoho, Bendungan Semantok, serta proyek perbaikan infrastruktur juga banyak dilakukan di akhir tahun 2022,” jelasnya.

Di sektor otomotif, lanjut Dadang, Gaikindo juga mencatatkan adanya kenaikan volume penjualan mobil di pasar domestik pada 2022 yang tumbuh 18,1 persen. Sedangkan di sektor akomodasi dan transportasi, pada akhir 2022 juga terdapat momen Natal dan Tahun Baru yang mendorong kenaikan jumlah penumpang pada semua moda transportasi karena mobilitas penduduk yang meningkat.

“Pada tahun lalu peningkatan omzet juga dirasakan oleh pengelola bisnis perhotelan dan resto seiring dengan Nataru, sehingga kinerja Tingkat Penghunian Kamar (TPK) pun meningkat dengan okupansi rerata 58,54 persen,” ujarnya.

Dadang menambahkan, pertumbuhan ekonomi Jatim jika dilihat dari sisi pengeluaran, tercatat komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT) dan komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) memiliki peran terbesar, masing-masing 59,53 persen dan 27,15 persen. 

PKRT selama 2022 tumbuh positif 6,03 persen, demikian juga PMTB tumbuh 5,41 persen. Sementara itu, komponen impor menunjukkan pertumbuhan tertinggi yakni 15,47 persen yang didominasi oleh pertumbuhan impor pupuk 49,32 persen, ampas/sisa industri makanan 22,84 persen, serta plastik dan barang dari plastik 15,57 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Peni Widarti
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper