Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pupuk Indonesia Percepat Digitalisasi Penyaluran Pupuk Subsidi di Jatim

Penyaluran pupuk dipantau aplikasi Rekan, sehingga jumlah stok pada kios diketahui real time, dan mampu beroperasi secara offline pada wilayah terpencil.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 20 Januari 2023  |  16:05 WIB
Pupuk Indonesia Percepat Digitalisasi Penyaluran Pupuk Subsidi di Jatim
Dari kiri - kanan. VP Penjualan Wilayah 4 Pupuk Indonesia Rizki Candra Sakti, SVP PSO Wilayah Timur Muhammad Yusri dan VP Pengendalian Operasi Pemasaran Wilayah Timur Wiyanto usai menggelar rapat kordinasi percepatan digitalisasi penyaluran pupuk subsidi Jatim di Surabaya, Jumat (20/1/2023). - Bisnis / Peni Widarti
Bagikan

Bisnis.com, SURABAYA — PT Pupuk Indonesia (Persero) tengah menyiapkan rencana digitalisasi penyaluran pupuk subsidi di Jawa Timur yang tahun ini dialokasikan sebanyak 1 juta ton untuk pupuk Urea dan 621.000 ton untuk pupuk NPK.

SVP PSO Wilayah Timur Pupuk Indonesia, Muhammad Yusri mengatakan saat ini pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada 201 distributor dan 6.600 kios/pengecer terkait penerapan digitalisasi penyaluran pupuk subsidi melalui aplikasi Rekan Distributor, Rekan Kios, dan Markisa (market insight & salesperson application).

“Kita terus lakukan sosialisasi untuk percepatan program digitalisasi, harapannya distributor dan kios, serta staf lapangan dapat menjalankan aplikasi ini dengan baik,” jelasnya seusai Rakor Wilayah 4 Percepatan Digitalisasi Penyaluran Pupuk Subsidi di Surabaya, Jumat (20/1/2023).

Dia menjelaskan, aplikasi Rekan dapat memantau jumlah stok pada kios secara real time, dan mampu beroperasi secara offline pada wilayah terpencil. Sedangkan aplikasi Markisa digunakan untuk mendigitalisasi laporan kegiatan dan aktivitas petugas di lapangan sehingga petugas lapang dapat lebih efektif dalam melakukan pembinaan kepada distributor dan kios.

“Tahap awal ini, semua kios sudah mengunduh aplikasi Rekan, tetapi fiturnya masih terkait pelaporan stok, ke depan penyaluran pupuk akan menggunakan aplikasi sehingga memudahkan kios dan petani yang sebelumnya petani membeli setelah ada RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok), sekarang cukup membawa fotocopy KTP, petani sudah bisa dilayani,” jelasnya.

Yusri menambahkan, aplikasi Rekan saat ini telah diimplementasikan pada kios pupuk lengkap (KPL) di Provinsi Bali pada Juli 2022 dan wilayah lainnya termasuk Jatim sebagai pilot project

Berdasarkan Kepmentan 734/2022, total alokasi pupuk subsidi 2023 secara nasional ditetapkan sebanyak 9.013.706 ton. Terdiri dari pupuk urea sebanyak 5.570.330 ton, NPK (nitrogen, posfor, kalium) 3.232.373 ton, serta NPK formula khusus 211.003 ton. Di wilayah Jatim tahun ini alokasikan sebanyak 1 juta ton untuk pupuk Urea dan 621.000 ton untuk pupuk NPK.

Dari sisi harga, ditetapkan HET masing-masing senilai Rp2.250/kg untuk pupuk urea, Rp2.300/kg untuk pupuk NPK, serta Rp3.300/kg pupuk NPK untuk kakao atau yang juga disebut dengan istilah NPK formula khusus.

Sesuai Permentan 10/2022, pupuk bersubsidi saat ini difokuskan pada 2 jenis pupuk, yaitu Urea dan NPK.  Kedua jenis pupuk bersubsidi ini diperuntukan bagi 9 komoditas pertanian strategis yang berdampak terhadap inflasi, seperti padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kakao, dan kopi. Jumlah jenis komoditas ini juga berkurang dari yang sebelumnya ada 70 komoditas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pupuk Indonesia jatim pupuk pupuk bersubsidi
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top