Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Penyaluran Kredit Wilayah Kerja OJK Malang Tembus Rp80,10 Triliun

Peningkatan penyaluran kredit kepada pelaku UMKM oleh bank umum konvensional terus tumbuh signifikan seiring momentum dicabutnya kebijakan PPKM.
Ilustrasi petugas menata uang tunai./Ist
Ilustrasi petugas menata uang tunai./Ist

Bisnis.com, MALANG — Penyaluran kredit perbankan di wilayah kerja OJK Malang berhasil menembus Rp80,10 triliun atau tumbuh 11,66 persen secara tahunan pada posisi November 2022.

Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri, mengatakan fungsi intermediasi perbankan melanjutkan perbaikan di wilayah Malang Raya, Pasuruan dan Probolinggo, dengan kredit yang tumbuh tinggi melebihi pertumbuhan DPK sehingga mendorong kenaikan LDR dibandingkan tahun sebelumnya.

“Penyaluran kredit/pembiayaan perbankan sampai dengan November 2022 mencatat pertumbuhan yang cukup tinggi yaitu 11,66 persen (yoy),” ucapnya, Selasa (10/1/2023).

Secara month-to-month, kredit per November 2022 tumbuh 0,26 persen (mtm) melanjutkan tren pertumbuhan positif setiap bulannya. Risiko kredit perbankan di wilayah kerja OJK Malang juga terus melandai dengan rasio NPL turun dari 3,08 persen pada bulan November 2021 menjadi 2,95 persen pada November 2022.

Peningkatan penyaluran kredit kepada pelaku UMKM oleh bank umum konvensional terus tumbuh signifikan seiring momentum dicabutnya kebijakan PPKM, dengan mencatatkan pertumbuhan mencapai Rp4,39 Triliun (18,49 persen) secara yoy di akhir November 2022.

Dia meyakinkan, industri perbankan di wilayah kerja OJK Malang juga memberikan perhatian yang cukup besar terhadap pengembangan sektor perdagangan besar dan eceran.

Hal ini terlihat dari porsi penyaluran kredit terkait sektor ekonomi tersebut sebesar 22,24 persen dari total penyaluran kredit/pembiayaan di wilayah kerja KOJK Malang atau setara dengan Rp17,82 triliun pada bulan November 2022.

Di lain sisi, kata dia, kredit restrukturisasi terdampak Covid-19 telah turun sebesar -32,98 persen (ytd September 2022) dibandingkan dengan posisi Desember 2021 yang turun -26,22 persen (yoy).

Jumlah debitur yang direstrukturisasi juga terus menunjukkan penurunan, yakni tersisa 67.689 debitur per bulan September 2022 dari bulan Desember 2021 sebanyak 113.391 debitur.

Penurunan kredit restrukturisasi tersebut menunjukkan kemampuan membayar debitur yang semakin membaik seiring dengan pemulihan ekonomi dan peningkatan mobilitas masyarakat.

“Namun demikian, rasio loan at risk tetap perlu menjadi perhatian meskipun seluruh Kota/Kabupaten di wilayah kerja KOJK Malang menunjukkan tren penurunan rasio loan at risk,” ujarnya mengingatkan.

Untuk dana Pihak Ketiga yang dihimpun oleh perbankan di wilayah kerja OJK Malang pada November 2022, kata dia, masih menunjukkan pertumbuhan positif yakni sebesar 5,72 persen secara yoy dari Rp86,24 triliun (November 2021) menjadi Rp91,17 triliun (November 2022).

Baik bank umum konvensional, bank umum syariah, BPR, dan BPRS seluruhnya mencatat pertumbuhan DPK yang positif dengan pertumbuhan DPK terbesar dilakukan oleh Bank Umum Konvensional (5,94 persen) dan yang terkecil oleh BPR (1,03 persen).

Kepala Perwakilan BI Malang, Samsun Hadi, menilai kinerja intermediasi perbankan pada November tumbuh didorong oleh konsumsi masyarakat dan membaiknya appetite perbankan untuk penyaluran kredit di tengah pemulihan ekonomi dan tekanan global.(K24)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Choirul Anam
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper