Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Jumlah Penyedia QRIS di Wilayah BI Malang 468.683 Buah

Transakasi QRIS di Wilker BI Malang lebih didominasi oleh sektor UMKM dengan share 76,77 persen.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 11 Januari 2023  |  13:27 WIB
Jumlah Penyedia QRIS di Wilayah BI Malang 468.683 Buah
Ilustrasi sistem pembayaran QRIS. - Freepik
Bagikan

Bisnis.com, MALANG — Jumlah merchant QRIS di KPw Malang sampai dengan Desember 2022 sebanyak 468.683 merchant, tumbuh sebesar 48,43 persen (yoy).

Kepala BI Malang, Samsun Hadi, mengatakan dalam rangka mendukung program QRIS 15 juta pengguna baru tahun 2022, KPwBI Malang ditargetkan untuk menambah jumlah pengguna QRIS sebesar 516.401 user atau 21,30 persen dari target user QRIS Jawa Timur 2022.

"Sampai dengan November 2022, total pengguna QRIS di Jawa Timur adalah 3.901.363 pengguna atau meningkat sebesar 210,6 persen yoy," ujarnya, Rabu (11/1/2023).

Akumulasi penambahan pengguna QRIS di Jawa Timur sampai dengan November 2022, sebanyak 2.645.123 pengguna, telah melampaui target sebesar 109,17 persen dari target pengguna baru Jatim 2022 sebesar 2.423.000 pengguna.

"Transakasi QRIS di Wilker BI Malang lebih didominasi oleh sektor UMKM dengan share 76,77 persen," ujarnya.

Terkait elektronifikasi transaksi pemda di wilker BI Malang, kata dia, berdasarkan hasil Penilaian Indeks ETPD Semester I-2022, Terdapat empat dari tujuh pemerintah daerah di wilayah kerja KPwBI Malang telah berada di tahap digital.

Pemda dengan kategori digital, yakni Kota Malang dengan score 91,20 persen, Kab. Pasuruan (92,50 persen), Kab. Probolinggo (84,30 persen). Pemda dalam kategori maju, Kab Malang (73,80 persen), Kota Pasuruan (70,80 persen), dan Kota Probolinggo (76,20 persen).

Untuk sistem pembayaran tunai, kata dia, pada Desember 2022 wilayah BI Malang mengalami net outflow Rp1,55 triliun seiring pencairan Bansos seperti BLT BBM dan BSU (Bantuan Subsidi Upah) serta momentum penarikan masyarakat pada Natal dan Tahun Baru.

Peneliti Senior Pusat Penelitian Kebijakan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Joko Budi Santoso, menilai semakin tingginya transaksi nontunai yang dilakukan masyarakat menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar akan pentingnya kemudahan dan keamanan dalam melakukan transaksi pembayaran.(K24)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

QRIS malang jatim
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top