Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

BI Malang Proyeksikan Inflasi 2023 Lebih Rendah

BI mendorong pemda melaksanakan fasilitasi subsidi ongkos angkut jika ada komoditas strategis mengalami volatilitas dengan tren harganya terus menaik.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 03 Januari 2023  |  16:21 WIB
BI Malang Proyeksikan Inflasi 2023 Lebih Rendah
Ikon Tugu Kota Malang. - Ist
Bagikan

Bisnis.com, MALANG — Perwakilan BI Malang memproyeksikan inflasi Kota Malang tahun ini lebih rendah daripada realisasi 2022 lewat berbagai program sinergi.

Kepala BI Malang, Samsun Hadi, mengatakan inflasi pada 2023 masih perlu dicermati seiring masih adanya tantangan seperti tingginya harga pangan dan energi dunia akibat cuaca ekstrem maupun berlanjutnya konflik Rusia-Ukraina, yang dapat mempengaruhi tingkat inflasi nasional maupun Kota Malang.

“Meski demikian, Bank Indonesia memperkirakan inflasi 2023 akan melandai dan lebih rendah dibanding tahun 2022,” katanya, Selasa (3/1/2023).

Sinergi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah dengan Bank Indonesia akan terus diperkuat melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan penguatan koordinasi TPIP-TPID untuk menjaga level inflasi berada dalam rentang sasaran 3,0 persen + 1 persen.

Implementasinya dengan mendorong operasi pasar dan stabilisasi jika terjadi kenaikan harga komoditas pangan. Juga mendorong daerah produsen untuk meningkat produksi pangan strategis.

BI mendorong pemda melaksanakan fasilitasi subsidi ongkos angkut jika ada komoditas strategis mengalami volatilitas dengan tren harganya terus menaik.

BI Malang juga mendorong daerah untuk memperkuat ketahanan komoditas hortikultura dan pasokan pangan strategis lainnya, melalui dua program, yakni Gerakan Tanam Cabai di pekarangan dan replikasi dan best practices pengembangan klaster pangan secara end to end.

“Untuk Gerakan Tanam Cabai sebenarnya sudah direalisasikan, seperti di Kota Malang, namun perlu ditingkatkan volume dan luasannya sehingga nantinya benar-benar berdampak signifikan dalam meredam harga cabai yang harganya cenderung volatile,” ucapnya.

BI Malang mendorong Pemda untuk memperkuat sisi pasokan dan distribusi lewat kerja sama dengan daerah lain. Ada lima daerah yang sudah menjalin kerja sama dengan Kota Malang, yakni nota kesepahaman antara Perusahaan Umum Daerah Tugu Aneka Usaha Kota Malang dengan Perusahaan Umum Daerah Dharma Jaya Provinsi DKI Jakarta Nomor. 415.4/21/35.73.603/2022 tanggal 24 Januari 2022 tentang Kerja sama Distribusi Produk. Komoditas yang diperdagangkan adalah daging sapi dan daging ayam.

Juga, nota kesepahaman antara Perusahaan Umum Daerah Tugu Aneka Usaha Kota Malang dengan Kabupaten Halmahera Nomor. 415.4/94/35.73.603/2022 tanggal 18 Maret 2022 perihal Kolaborasi Pengembangan Bisnis BUMD. Komoditas yang diperdagangkan adalah ikan.

Kesepakatan bersama antara Pemerintah kota Malang dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tentang Kerja Sama Sinergi Pembangunan Daerah dan Peningkatan Potensi Daerah Nomor: 415.4/48/35.73.111/2022 Nomor: 134.4/627/KSB/429.012/2022 tanggal 10 Agustus 2022. Tujuan Kesepakatan Bersama adalah optimalisasi pengelolaan potensi sumber daya secara berkelanjutan dan meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam pemanfaatan potensi, sumber daya, pengetahuan dan teknologi.

Nota Kesepakatan antara Perusahaan Umum Daerah Tugu Aneka Usaha Kota Malang dengan Kelompok Binamitra Usahatani Hortikultura Multiagro tentang Perjanjian Kerjasama Pengadaan Cabai Nomor: 415.4/357/35.73.603/2022 dan Nomor: 001/MoU/BUHMMI/VIII/2022 tanggal 10 Agustus 2022.

Serta perjanjian kerja sama antara Perusahaan Umum Daerah Tugu Aneka Usaha kota Malang dengan Gabungan Kelompok Tani Makmur Bulusari desa Grajagan, kecamatan Purwoharjo, kabupaten Banyuwangi tentang Pengembangan dan Penguatan Agribisnis Nomor: 415.4/358/35.73.603.2022 dan Nomor: 07/GKT-TM/08/2022 tanggal 10 Agustus 2022

Selain itu, BI Malang dan diharapkan juga pemerintah pusat, pemprov, dan pemkab untuk membantu pengadaan alat dan mesin pertanian sehingga produksi tanaman pangan dan ongkos produksi menjadi efisien yang dapat berdampak dengan stabilnya harga.

Penguatan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi, digitalisasi, data, dan informasi pangan juga perlu dilakukan.

Dia juga mengingatkan, masalah inflasi juga terkait dengan ekspektasi. Oleh karena itulah, BI Malang secara periodik memberikan informasi terkait masalah inflasi agar ekspektasi masyarakat tentang inflasi dapat terjaga positif.

“Kami juga intensif untuk menggelar High Level Meeting TPID agar dapat merumuskan program-program dalam upaya mengendalikan inflasi di daerah masing-masing,” katanya.(K24)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi jatim malang Bank Indonesia
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top