Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan Eceran di Malang Tumbuh Positif

Responden SPE memberikan konfirmasi bahwa dengan adanya pemulihan aktivitas perekonomian memberikan pengaruh terhadap peningkatan permintaan.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 10 September 2022  |  09:49 WIB
Penjualan Eceran di Malang Tumbuh Positif
Ilustrasi toko serba ada. - Bisnis
Bagikan

Penjualan Eceran di Malang Tumbuh Positif

Bisnis.com, MALANG — Omzet penjualan di Malang pada Agustus 2022 diprakirakan tumbuh positif di level 12,55 persen (mtm), meningkat dari realisasi Juli 2022 yang tercatat sebesar 1,09 persen (mtm) berdasarkan hasil pelaksanaan Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia Malang.

Kepala Perwakilan BI Malang, Samsun Hadi, mengatakan prakiraan pertumbuhan omzet penjualan secara bulanan terjadi pada top three kelompok komoditas dengan peningkatan tertinggi, yakni kelompok kendaraan yang tercatat tumbuh sebesar 28,31 persen (mtm), naik jika dibandingkan dengan realisasi bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 3,96 persen (mtm).

“Geliat pada kelompok kendaraan tersebut disumbang oleh naiknya permintaan masyarakat pada subsektor mobil yang tumbuh di level 31,10 persen (mtm),” katanya, Jumat (9/9/2022).

Responden SPE memberikan konfirmasi bahwa dengan adanya pemulihan aktivitas perekonomian memberikan pengaruh terhadap peningkatan permintaan mobil khususnya untuk jenis mobil niaga, pikap, dan box.

Selanjutnya, kategori kelompok bahan bakar kendaraan bermotor tercatat di level 2,51 persen (mtm), relatif stabil namun cenderung menurun jika dibandingkan dengan realisasi Juli 2022 yang tumbuh sebesar 6,19 persen (mtm).

Subsektor solar memberikan pengaruh perbaikan tertinggi sebesar 12,20 persen (mtm), hal tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas masyarakat dalam pemakaian kendaraan bermesin diesel yang berdampak pada timbulnya permintaan BBM jenis solar

Selain itu, kata dia, kelompok peralatan komunikasi diprakirakan membaik di level 2,00 persen (mtm),naik jika dibandingkan dengan realisasi di bulan sebelumnya yang terkontraksi sebesar -7,43 persen (mtm).

Perbaikan tertinggi pada kelompok komoditas ini disumbang oleh subsektor elektronik (audio/video) sebesar 9,48 persen (mtm). Hal tersebut dipengaruhi oleh maraknya ragam diskon pada produk elektronik serta meningkatnya permintaan masyarakat terhadap kebutuhan elektronik khususnya sound system jelang perayaan HUT ke-77 Republik Indonesia.

“Dari sisi harga, tekanan inflasi pada Agustus 2022 masih sejalan dengan target sasaran inflasi tahun 2022. KPw Bank Indonesia Malang terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah daerah, guna menjaga inflasi sesuai kisaran targetnya,” ucapnya.

Ekonom dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Joko Budi Santoso, menilai kinerja pemulihan ekonomi terus berlanjut. Fakta ini diindikasikan dengan naiknya penjualan kendaraan niaga dan konsekuensinya adalah kenaikan permintaan BBM, khususnya jenis solar.

Selain itu, event tahunan perayaan hari kemerdekaan turut mengerek omzet penjualan eceran komoditi elektronik. Relatif stabilnya gejolak harga pada Agustus sebenarnya menjadi momentum yang cukup baik dalam akselerasi pemulihan ekonomi.

“Namun, kinerja ini akan terganggu pada September karena kebijakan pengurangan subsidi BBM bersubsidi. Kinerja pemulihan yang direpresentasikan dengan SPE akan kembali menuju ke titik keseimbangan yang baru diperkirakan terjadi pada Oktober ketika semua sektor sudah mengalami penyesuaian harga akibat kebijakan BBM,” ucap Joko yang juga Peneliti Senior Pusat Kebijakan Ekonomi FEB UB itu. (K24)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penjualan eceran ritel perlindungan konsumen malang
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top