Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pelayaran DLU Tetapkan Kenaikan Tarif Angkutan Laut 12,5 Persen

Biasanya perusahaan melakukan belanja BBM sebesar Rp37 miliar/bulan untuk seluruh armada yang dimiliki.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 05 September 2022  |  20:19 WIB
Pelayaran DLU Tetapkan Kenaikan Tarif Angkutan Laut 12,5 Persen
Direktur Utama DLU Erwin H. Poedjiono saat ditemui media di kantor DLU Surabaya, Senin (5/9/2022). - Bisnis / Peni Widarti
Bagikan

Bisnis.com, SURABAYA — Perusahaan pelayaran PT Dharma Lautan Utama (DLU) telah memutuskan untuk menaikkan tarif angkutan laut sebesar 12,5 persen yang akan diberlakukan mulai 12 September 2022.

Direktur Utama DLU Erwin H. Poedjiono mengatakan kebijakan penaikkan tarif angkutan laut ini dilakukan menyusul adanya kenaikan harga BBM pada 3 September sebesar 32 persen yakni BBM subsidi jenis solar dari Rp5.150/liter menjadi Rp6.800/liter.

“Biasanya perusahaan melakukan belanja BBM sebesar Rp37 miliar/bulan untuk seluruh armada yang dimiliki. Namun dengan adanya kenaikan harga BBM, perusahaan harus menyiapkan tambahan sebesar Rp12 miliar/bulan dalam waktu singkat dan seterusnya untuk bisa melayani angkutan logistik,” ujarnya dalam konferensi pers sosialisasi tarif baru, Senin (5/9/2022).

Dia mengatakan selama ini perseroan selalu berusaha untuk menyesuaikan kondisi. Sejak awal beroperasi, DLU tidak pernah mendapatkan dan meminta subsidi bahkan pada saat pandemi Covid-19 tidak pernah mendapatkan insentif apapun dari pemerintah.

“Namun kita tetap bertanggung jawab penuh untuk menjalankan usaha dengan kondisi sangat minim semata-mata hanya untuk menjaga kelancaran arus logistik nasional. Saat pandemi, kita melakukan efisiensi dan penyesuaian, dan pada masa itu sebenarnya kami punya harapan besar untuk bisa kembali normal,” ujarnya.

Sebelumnya, kata Erwin, pelayaran nasional juga dibebani biaya tambahan terkait kurs untuk setiap komponen kapal yang dibayar dengan dolar, begitu juga dengan adanya kenaikan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan untuk beberapa komponen kapal bahkan dikenakan kenaikan PNBP sampai 1.000 persen.

“Situasi ini sudah cukup memberatkan bagi pelayaran ditambah dengan kenaikan harga BBM. Untuk itu, kami segera melakukan sosialisasi kepada konsumen dan masyarakat terkait kenaikan tarif kita sebesar 12,5 persen,” ujarnya.

Erwin mengatakan bagi angkutan laut, komponen BBM berperan sangat besar sekitar 50 - 55 persen. Keputusan perseroan untuk melakukan penyesuaian tarif 12,5 persen ini pun sudah dihitung hanya untuk dampak langsung saat ini.

“Dengan tarif baru ini, saya yakin konsumen kita khususnya agen ekspedisi semuanya akan menghitung perubahan-perubahan yang terjad, dan ini kita belum memikirkan dampak multiplayer-effect nya, seperti demand pasti akan turun, kekuatan pasar dan daya beli masyarakat akan melemah,” imbuh Erwin.

Direktur Operasi dan Usaha DLU, Rakhmatika Ardianto menjelaskan, DLU sendiri memiliki dua izin operasional yakni operasional angkutan laut dan angkutan penyeberangan.

“Tarif angkutan penyeberangan memang kewenangannya ada di pemerintah, sedangkan angkutan laut bisa ditentukan sendiri oleh perusahaan dan hanya 12,5 persen lebih rendah dari usulan tarif penyeberangan 29 persen. Ini karena angkutan laut memiliki jumlah trip yang lebih banyak dibandingkan penyeberangan,” jelasnya.

Adapun saat ini DLU memiliki sebanyak 45 armada kapal, sebanyak 18 unit di antaranya merupakan kapal untuk layanan angkutan laut dengan rute jarak jauh seperti Surabaya - Lombok, Surabaya - Makassar, sedangkan 22 unit merupakan kapal penyeberangan, dan sisanya 5 kapal perintis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelayaran dharma lautan utama Harga BBM
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top