Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Emiten Baja GDST Optimistis Capai Target Penjualan Rp1,8 Triliun

Peningkatan penjualan tahun ini juga sejalan dengan proyeksi pertumbuhan konsumsi baja nasional oleh asosiasi baja sebesar 5 - 6 persen.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 09 Agustus 2022  |  14:49 WIB
Emiten Baja GDST Optimistis Capai Target Penjualan Rp1,8 Triliun
Direktur Produksi dan Perdagangan Internasional GDST, Gwie Gunato Gunawan (keempat kanan) dan Direktur Utama GDST, Hadi Sutjipto (ketiga kiri) saat menggelar paparan publik di Surabaya, Selasa (9/8/2022). - Bisnis / Peni Widarti
Bagikan

Bisnis.com, SURABAYA - PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) optimistis sampai akhir tahun ini bisa merealisasikan target penjualan sebesar Rp1,8 triliun mengingat tren permintaan pasar baik domestik maupun ekspor yang mulai meningkat.

Direktur Produksi dan Perdagangan Internasional GDST, Gwie Gunato Gunawan mengatakan perseroan sangat optimistis target tahun ini bisa tercapai mengingat di semester I/2022 sudah menunjukkan permintaan pasar yang signifikan terutama di pasar ekspor.

“Sampai semester I/2022 perseroan sudah merealisasikan penjualan sebesar Rp1,22 triliun, dengan laba sebelum pajak Rp170 miliar. Jumlah tersebut bahkan sudah mengejar capaian seperti di sepanjang 2021 sebesar Rp1,67 triliun,” jelasnya dalam paparan publik, Selasa (9/8/2022).

Dia mengatakan peningkatan penjualan tahun ini juga sejalan dengan proyeksi pertumbuhan konsumsi baja nasional oleh asosiasi baja sebesar 5 - 6 persen. Bahkan pada tahun depan ekspektasinya bisa tumbuh 10 persen.

“Dari sisi ekspor, kita memaksimalkan potensi pasar yang ada karena dampak perang Rusia - Ukraina, sehingga kinerja ekspor kita lebih banyak diperoleh dari pasar Eropa seperti Jerman dan Spanyol melalui pelabuhan Belgia yang order ke kita sampai 15.000 ton,” jelasnya.

Dia menjelaskan, selama ini Jerman maupun Spanyol mendapatkan suplai baja dari Rusia. Namun akibat perang tersebut, Eropa kesulitan mendapatkan pasokan baja. Kondisi ini pun diperkirakan akan berlangsung cukup lama, dan GDST siap untuk memasok baja untuk Eropa.

“Kami juga sedang menjajaki pasar ekspor ke Australia, tetapi kami juga tetap memprioritaskan pasar dalam negeri,” imbuhnya.

Direktur Utama GDST, Hadi Sutjipto menambahkan untuk pasar domestik yang saat ini cukup potensial adalah segmen galangan kapal yang sedang berkembang, terutama di wilayah Batam.

“Galangan kapal domestik sedag booming, mulai banyak proyek pembangunan kapal tugboat untuk kapal tongkang. Selain itu juga di segmen konstruksi dan permesinan juga akan menjadi sasaran pasar GDST,” imbuhnya.

Hadi mengatakan, melihat perkembangan usaha semester I yang cukup baik bahkan melebihi kinerja sebelum pandemi, perseroan pun menyiapkan modal belanja (Capex) Rp125 miliar, yang sudah terealisasi Rp25 miliar hingga Juni 2022.

“Perkiraan pada Juli - Desember 2022 ini, sisa capex kita Rp101 miliar akan kami gunakan untuk penyelesaian proyek ekspansi Plate Mill GDS ke-2, dan sebagian untuk perawatan Plate Mill GDS ke-1 dan aset lainnya,” jelasnya.

Dia menambahkan, progres proyek Plate Mill GDS ke-2 saat ini sudah mencapai 90,50 persen dari total nilai investasi. Rencananya Plate Mill GDS ke-2 ini akan beroperasi pada akhir 2023.

Adapun secara rinci, penjualan GDST pada 2021 mencapai Rp1,67 triliun yang terdiri dari penjualan di pasar lokal Rp1,31 triliun dan ekspor Rp360 miliar. Sedangkan pada semester I/2022 tercatat penjualan Rp1,22 triliun yang terdiri dari pasar lokal Rp843 miliar tumbuh 69,7 persen (yoy), dan pasar ekspor Rp385 miliar atau tumbuh 31,3 persen (yoy).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gdst gunawan dianjaya steel industri besi baja baja
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top