Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PG Kebon Agung Menargetkan Produksi Gula 196.000 Ton pada 2022

Hambatan dalam perluasan lahan karena lahan menjadi rebutan untuk berbagai kepentingan, seperti industri, proyek infrastruktur, dan industri.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 04 Agustus 2022  |  20:24 WIB
PG Kebon Agung Menargetkan Produksi Gula 196.000 Ton pada 2022
Proses produksi gula di PG Kebon Agung, Malang, Kamis (4/8/2022). - Bisnis/Choirul Anam

Bisnis.com, MALANG — PG Kebon Agung menargetkan dapat memproduksi gula sebesar 196.000 ton tahun ini.

Dirut PT Kebon Agung, Didid Taurisianto, mengatakan produksi sebesar itu hampir sama dengan produksi gula pada 2021. Pemicu stagnasi produksi karena rencana perluasan lahan tebu sebesar 500-1.000 hektare/tahun sulit terealisasi.

“Hambatan lain, karena cuacanya kurang mendukung. Jika cuacanya baik, produksi bisa mencapai 210.000 ton seperti beberapa tahun lalu,” katanya di sela-sela Rapat Pleno Asosiasi Gula Indonesia di PG Kebon Agung, Malang, Kamis (4/8/2022).

Hambatan dalam perluasan lahan, kata dia, karena lahan menjadi rebutan untuk berbagai kepentingan, seperti industri, proyek infrastruktur, dan industri.

Target tebu yang digiling tahun ini mencapai 1,9 juta ton dengan kapasitas giling PG sebesar 12.000 cane per day (TCD). Oleh karena itulah untuk meningkatkan produksi, maka PG Kebon Agung lebih berfokus pada peningkatan kapasitas mesin dan perbaikan kualitas tebu.

Program pengembangan bahan baku, kata dia, dilakukan dengan meningkatkan kemitraan dengan petani tebu di wilayah kerja. Juga, pengembangan varietas unggul baru bekerja sama dengan P3GI telah meluncurkan varietas PSKA 942 pada 2020 dan rencana akan merilis dua varietas dari enam calon varietas pada 2022.

Program lainnya, rehabilitasi lahan tebu dengan memberikan bahan organik pada periode 2016-2021 senilai Rp36,5 miliar.

Juga, perluasan areal di wilayah pengembangan di wilayah kerja PG sebesar 500 hektare/tahun. Adapuladukungan dana berupa dana talangan pupuk kemitraan minimal Rp15 miliar/tahun, uang muka kemitraan Rp25 miliar/tahun, dan uang muka tebang angkut Rp20.000/kuintal tebu.

Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, mengatakan peran asosiasi dalam tata kelola gula nasional sangat penting. Ia berpesan agar Asosiasi dapat turut mendorong kolaborasi antara pabrik gula (PG) BUMN dan swasta.

“Saat ini eranya kolaborasi bukan persaingan yang dampaknya kerap mematikan salah satu pihak. Kolaborasi antara PG BUMN dan swasta sangat penting, apalagi di tengah keterbatasan bahan baku tebu yang masih terjadi. Sudah saatnya kita semua hand in hand saling bersinergi,” ujarnya dalam keterangan resminya, Kamis (4/8/2022).

Dia Menambahkan, PG BUMN dan swasta dapat saling berkolaborasi khususnya dalam mendorong perluasan lahan tebu baru sekaligus menumbuhkan minat masyarakat menanam tebu. Badan Pangan Nasional siap mendukung instrumen regulasi yang dibutuhkan, sehingga kita bisa sama-sama menyelamatkan dan memperkuat industri gula nasional.

Data Asosiasi Gula Indonesia menyebutkan, di wilayah Jawa Timur saat ini terdapat 30 pabrik gula yang beroperasi, dengan total kapasitas 143.350 TCD, jumlah terbanyak di antara provinsi lainnya.

Berdasarkan data Badan Pangan Nasional, kebutuhan total gula nasional saat ini sebesar 7,3 juta ton per tahun, dari jumlah tersebut lebih dari 4 juta ton ketersediaan masih dipenuhi dari luar negeri. Kebutuhan gula konsumsi 3,2 juta ton setahun baru dapat dipenuhi 2,2 juta ton dari produksi negeri sendiri.(K24)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gula pabrik gula tebu jatim
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top