Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Bahan Pangan Picu Inflasi Jatim 5,39 Persen

Pemicu inflasi Jatim pada Juli 2022 di antaranya bawang merah, cabai merah, daging ayam ras, cabai rawit, mobil, biaya SMA, dan tarif listrik.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 01 Agustus 2022  |  14:11 WIB
Harga Bahan Pangan Picu Inflasi Jatim 5,39 Persen
Ilustrasi penjual cabai rawit, salah satu komoditas pemicu inflasi. - Antara/Arnas Padda

Bisnis.com, SURABAYA - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur merilis tingkat inflasi Jatim pada Juli 2022 sudah menembus angka 5,39 persen jika dibandingkan Juli 2021.

Kepala BPS Jatim Dadang Hardiwan mengatakan tingginya tingkat inflasi Jatim secara year on year (yoy) ini paling besar dipicu oleh kelompok bahan makanan yang rerata mengalami kenaikan harga sejak beberapa bulan terakhir. 

“Dari 11 kelompok, ada satu kelompok yang tidak memberi andil dalam inflasi maupun deflasi atau tidak mengalami perubahan harga yakni kelompok informasi, teknologi dan komunikasi, sedangkan kelompok lainnya memberikan andil inflasi atau mengalami kenaikan harga pasar,” jelasnya dalam konferensi pers Inflasi Juli, Senin (1/8/2022).

Dia melanjutkan, untuk inflasi Jatim secara tahun kalender atau Juli 2022 terhadap Desember 2021 yakni sudah mencapai 3,95 persen. Sedangkan secara month to month (mtm) yakni Juli terhadap Juni 2022 sebesar 0,61 persen.

“Dari 8 kota yang menghitung Indeks harga konsumen (IHK) di Jatim seluruhnya mengalami inflasi. Tertinggi terjadi di Sumenep yakni 1,04 persen (mtm), dan inflasi terendah di Probolinggo 0,52 persen (mtm),” jelasnya.

Adapun sejumlah komoditas yang memicu inflasi Jatim pada Juli 2022 di antaranya seperti bawang merah yang mengalami kenaikan harga hingga 30,79 persen, disusul tarif angkutan udara 6,31 persen, cabai merah 29,35 persen, daging ayam ras 4,8 persen, cabai rawit 9,54 persen, mobil 1,41 persen, kue kering berminyak 4,34 persen, biaya SMA 1,52 persen, jus buah siap saji 2,5 persen, dan tarif listrik 0,42 persen.

Sementara komoditas yang telah menahan laju inflasi atau disebut deflasi di antaranya turunnya harga minyak goreng -6,6 persen, disusul tongkol diawetkan -12,22 persen, emas perhiasan -1,58 persen, bayam -7,13 persen, pisang -2,61 persen, bawang putih -2,52 persen, kelapa -4,5 persen, susu bubuk balita -0,57 persen, jagung manis -4,71 persen, dan telur ayam ras -0,53 persen.

Dadang menambahkan, inflasi yang terjadi di Jatim ini juga sejalan dengan Nilai Tukar Petani (NTP) yang juga meningkat 0,68 persen (mtm) yakni menjadi 102,66. 

“Secara rinci, untuk NTP tanaman pangan turun -036 persen menjadi 97,09, sedangkan NTP Hortikultura naik 5,96 persen menjadi 130,74, NTP peternakan naik 0,27 persen menjadi 102,47, dan NTP perikanan naik 1,11 persen menjadi 103,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jatim, bawang merah, cabai besar, cabai rawit dan daging ayam mengalami peningkatan signifikan pada Juni - Juli 2022.

Harga bawang merah Jatim per 1 Juni 2022 rerata Rp37.081/kg, kemudian naik menjadi Rp51.310/kg pada Juli, dan pada 1 Agustus ini sudah turun menjadi Rp36.173/kg.

Untuk cabai merah besar pada 1 Juni harga rata-rata Rp55.824/kg, lalu menjadi Rp66.221/kg pada Juli, dan kini kembali naik menjadi Rp70.252. Sedangkan cabai rawit per 1 Juni Rp62.299/kg, lalu naik menjadi Rp90.843/kg pada Juli, dan kini sudah kembali turun menjadi Rp62.186/kg.

Sedangkan daging ayam dari Juni Rp32.788/kg menjadi Rp35.804/kg, dan pada Agustus ini kembali naik menjadi Rp37.064/kg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi jatim harga cabai
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top