Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Petrokimia Gresik Janjikan Inovasi untuk Jawab Ekspektasi

Petrokimia Gresik yakin bahwa dengan berinovasi tanpa henti, mereka dapat merealisasikan ambisi Pupuk Indonesia Group bersaing di pasar global.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo (kiri) dan Menteri BUMN Erick Thohir (kanan). Dok. Petrokimia Gresik
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo (kiri) dan Menteri BUMN Erick Thohir (kanan). Dok. Petrokimia Gresik

Bisnis.com, SURABAYA - PT Petrokimia Gresik berjanji akan terus melakukan inovasi dalam setiap bisnisnya. Dengan ambisi tersebut, perseroan berharap dapat memenuhi harapan pemerintah agar Pupuk Indonesia Group bisa bersaing di pasar global.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo selama inovasi telah menjadi budaya bahkan DNA bagi insan di perusahaan, hal ini bisa dilihat dari kegiatan Konvensi Inovasi Petrokimia Gresik (KIPG) yang digelar setiap tahun, 

“Kami telah melakukan inovasi selama 36 tahun tanpa henti, termasuk di masa pandemi Covid-19. Dalam ajang KIPG tahun ini pun diikuti sebanyak 82 persen karyawan yang tergabung dalam 1.158 gugus inovasi,” jelasnya lewat siaran pers, Minggu (19/6/2022).

Dia mengatakan inovasi Petrokimia Gresik sepanjang 2021 mampu menciptakan nilai tambah atau value creation riil sebesar Rp240,68 miliar. Dari total nilai tersebut, sebanyak Rp66,19 miliar atau 27,5 persen di antaranya berkontribusi langsung terhadap perolehan laba perusahaan (direct financial benefit).

“Ini bukti bahwa inovasi atau improvement yang dilakukan insan Petrokimia Gresik berkontribusi positif bagi laba perusahaan, termasuk laba konsolidasi Pupuk Indonesia Group” ujarnya.

Ke depan, lanjut Dwi, perusahaan akan terus memperkuat inovasi dan transformasi mengingat hal ini merupakan kunci untuk bertahan di tengah berbagai tantangan yang ada. Salah satu yang akan terus digenjot adalah perluasan kerja sama Program Makmur sesuai dengan penugasan dari Pupuk Indonesia.

“Kami akan terus berinovasi dan bertransformasi sesuai arahan Menteri BUMN agar tetap bisa menyiapkan pupuk untuk petani di Indonesia dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional, serta mendukung BUMN Go Global," imbuhnya.

Sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir meminta agar Pupuk Indonesia Group terus melakukan transformasi dan inovasi untuk bisa bersaing di pasar global, termasuk siap mencari alternatif bahan baku pupuk terutama phosphate (DAP dan rock phosphate) dan kalium (KCl) lantaran kedua jenis bahan baku pupuk ini tidak tersedia di dalam negeri.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper