Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mudik Lebaran 2022: Penyerapan Produk UMKM Daerah Meningkat 50 Persen

Hipmikimdo Jawa Timur menyebut momen mudik Lebaran mengerek penjualan produk UMKM khususnya makanan khas daerah atau oleh-oleh khas hingga 40 - 50 persen.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 04 Mei 2022  |  14:44 WIB
Mudik Lebaran 2022: Penyerapan Produk UMKM Daerah Meningkat 50 Persen
Oleh-oleh khas Jawa Timur. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, SURABAYA - Himpunan Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia (Hipmikimdo) di Jawa Timur menyebut momen mudik Lebaran mengerek penjualan produk UMKM khususnya makanan khas daerah atau oleh-oleh khas hingga 40 - 50 persen.

Ketua Hipmikimdo Jawa Timur Bambang Wahyuono mengatakan peningkatan penjualan para pelaku UMKM bahkan terjadi sejak 2 minggu terakhir atau sebelum hari H Lebaran.

“Dan uniknya, penjualan lebih banyak yang dilakukan secara online. Perkiraan kami, ini karena orang-orang yang mudik ke kampung halamannya itu, lebih dulu memesan makanan khas/oleh-oleh di daerahnya melalui saudara yang akan dikunjungi agar produknya bisa cepat dibawa oleh pemudik tersebut,” jelasnya saat dihubungi Bisnis, Rabu (4/5/2022).

Dia menyebut, peningkatan penjualan produk UMKM Jatim ini juga telah dibarengi dengan adanya peningkatan produksi, setelah sebelumnya sempat mengurangi produksi akibat dampak pandemi Covid-19 selama 2 tahun.

“Peningkatan kinerja UMKM ini juga bisa terlihat dari pelaku UMKM yang tadinya mengurangi produksi atau malah tidak memproduksi sama sekali, sekarang mulai produksi lagi untuk mengantisipasi permintaan dari potensi momen mudik,” ujarnya.

Dia mengatakan pada saat terjadi pandemi, sebanyak 2.000 anggota UMKM Hipmikimdo Jatim mengalami penurunan penjualan mencapai 70 - 100 persen. Kondisi ini terutama terjadi pada produk oleh-oleh berupa camilan atau souvenir di kawasan wisata.

Dari total UMKM tersebut, sebanyak 90 persen terdampak pandemi Covid-19, dan dari 90 persen itu, sebanyak 60 persen UMKM terpaksa menutup usaha, dan sebagian kecil masih mampu eksis dan mengalami kenaikan omset.

“Kami di asosiasi sendiri juga telah berusaha untuk terus membantu meningkatkan kinerja UMKM, salah satunya melalaui pembinaan, dan pemberian fasilitas pemasaran. Bagaimanapun UMKM yang memiliki brand yang kuat, dan sertifikat lengkap termasuk sertifikat halal yang akan mampu bertahan di tengah pandemi,” ujarnya.

Bambang memperkirakan, penyerapan produk UMKM terutama barang oleh-oleh makanan khas maupun souvenir di daerah-daerah di Jatim akan lebih meningkat lagi mengingat momen libur lebaran dan cuti bersama masih cukup panjang.

“Untuk saat ini penjualan produk makanan UMKM yang paling banyak terserap rupanya masih di daerah-daerah tujuan mudik, sedangkan untuk di daerah wisata masih belum maksimal karena orang belum mengoptimalkan liburannya di tempat wisata, mereka masih fokus bersilaturahmi,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm jawa timur Mudik Lebaran
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top