Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fasilitas Energi Terbarukan Bisa Melengkapi Objek Wisata

Di Jatim, pada 2021 dibangun PLTS di delapan lokasi di Kab. Sumenep, sedangkan tahun ini dibangun PLTS di 18 lokasi di kabupaten yang sama.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 12 Maret 2022  |  11:21 WIB
Fasilitas Energi Terbarukan Bisa Melengkapi Objek Wisata
Pembangkit listrik tenaga mikrohidro. - Ilustrasi/youtube.com

Bisnis.com, MALANG — Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, mendukung pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) di destinasi wisata alam di desa untuk memberikan edukasi pada masyarakat agar lebih peduli dalam pemanfaatan energi tersebut.

“Yang sudah berhasil mengembangan EBT untuk wisata edukasi di Jatim, di Trawas,” katanya pada Webinar Policy Paper “Mendorong Upaya Pemanfaatan PLTS dan PLTMH Sebagai Sarana Pengembangan Objek Wisata di Kabupaten Malang”, Jumat (11/3/2022).

Dia juga mendorong, institusi nonpemerintah untuk terlibat dalam penyediaan EBT. Hal itu terjadi karena tren penggunaan kedepannya sangat prospektif, bahkan dibutuhkan kalangan industri multinasional.

Potensi EBT tersedia di Jatim menunjukkan PLTA, PLTS, dan biomassa berkembang. Di Jatim, pada 2021 dibangun PLTS di delapan lokasi di Kab. Sumenep, sedangkan tahun ini dibangun PLTS di 18 lokasi di kabupaten yang sama.

Rencana pembangunan EBT di Jatim sampai 2025 mencapai 4.190 MW, setara dengan target nasional proporsi pemanfaatan EBT yang mencapai 17 persen. “Target sebesar itu memang besar. Tidak mudah memang untuk merealisasikannya,” katanya.

CEO Adidaya Initiative, Yusri Bakhtiar, menegaskan inisiasi yang ditawarkan lembaga tersebut pembangunan PLTMH di Coban Sadang, Kab. Malang. Energi listrik yang dihasilkan dari pembangunan PLTM diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan destinasi wisata tersebut.

Sisanya, dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Destinasi wisata yang didesain sebagai wisata edukasi diharapkan dapat dikelola oleh masyarakat sehingga memperoleh nilai tambah ekonomi dengan adanya PLTH.

Peneliti dari Adidaya Initiative, Riski Agung N.T, menegaskan destinasi wisata di Kab. Malang berpotensi dikembangkan wisata edukasi dengan dibangun PLTMH maupun PLTS karena pengunjungnya tinggi.

Pengembangan EBT di destinasi wisata di Kab. Malang perlu dipertimbangkan banyak potensi destinasi wisata yang lokasinya jauh dari perkotaan sehingga pasokan listriknya kesulitan, setidaknya kurang. Contohnya, Coban Sadang.

Untuk penetrasi EBT di daerah, dia menegaskan, terdapat beberapa hal yang dapat direkomendasikan, yakni memperbaiki regulasi yang dapat mempermudah pemasangan instalasi PLTMH, PLTS, atau jenis EBT lainnya.

Dosen Fakultas Teknik Politeknik Negeri Malang, Bambang Sulistiyono, menegaskan dalam membangun instalasi EBT ada banyak ragam teknologi instalasinya, dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

“Intinya, kami siap berkolaborasi, membantu Adidaya Initiative dalam merealisasikan pembangunan instalasi EBT. Pembangunan EBT memang kerja kolektif,” ujarnya.

Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, menegaskan Pemkab Malang tentu mendukung inisiasi menyediaan EBT, apalagi jika ternyata harga energi yang dibayar masyarakat jauh lebih murah daripada energi non-EBT.

“Tentu kami mendukung inisiatif tersebut, tapi jangan sampai pembangunan EBT mengganggu pasokan air untuk kepentingan lain, seperti irigasi pertanian,” ucapnya.(K24)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim ebt malang
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top