Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Banyuwangi Bakal Kembangkan Lahan Pertanian Organik 500 Ha

Saat ini di Banyuwangi baru terdapat lahan tanaman organik seluas 157 ha yang selama ini telah menghasilkan produk organik untuk menyuplai pasar ekspor.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 26 Januari 2022  |  10:46 WIB
Buruh menata buah melon hasil panen di Kaipait, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (16/1/2022). Petani mengaku harga melon di pasaran naik menjadi Rp8 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp5 ribu per kilogram dikarenakan banyak petani yang enggan menanam buah melon karena cuaca yang tidak menentu. - Antara/Budi Candra Setya.
Buruh menata buah melon hasil panen di Kaipait, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (16/1/2022). Petani mengaku harga melon di pasaran naik menjadi Rp8 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp5 ribu per kilogram dikarenakan banyak petani yang enggan menanam buah melon karena cuaca yang tidak menentu. - Antara/Budi Candra Setya.

Bisnis.com, SURABAYA — Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tahun ini berencana meningkatkan kawasan lahan pertanian organik menjadi 500 hektare lantaran produk hasil tanaman organik memiliki potensi pasar yang cukup besar, terutama pasar ekspor.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, mengatakan saat ini di Banyuwangi baru terdapat lahan tanaman organik seluas 157 ha yang selama ini telah menghasilkan produk organik untuk mensuplai pasar ekspor.

“Di Banyuwangi sudah ada produk pertanian kelas ekspor, untuk itu dengan mengembangkan pertanian organik menjadi satu kawasan khusus akan meningkatkan produktivitas on farm dan out farm, yang muaranya tertuju pada kesejahteraan masyarakat," katanya dalam rilis, Rabu (26/1/2022).

Dia mengatakan saat ini Banyuwangi sendiri tengah mengembangkan program Banyuwangi Rebound yakni gerakan untuk memulihkan perekonomian setelah dihantam pandemi Covid-19.

“Di sektor pertanian yang selama ini menyumbang PDRB hingga 30 persen ini, kami ingin terus memperkuat digitalisasi dan go organic,” imbuhnya.

Pemkab Banyuwangi, katanya, juga telah bekerja sama dengan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jember untuk mengembangkan Kawasan Hortikultura Organik untuk lebih memperkuat sektor pertanian.

Kepala Perwakilan BI Jember Hestu Wibowo, mengatakan bahwa saat ini produk hortikulutra organik telah menjadi tren bagi masyarakat yang ingin hidup dengan mengkonsumsi produk sehat.

“Untuk itu pengembangan Kawasan Hortikultura Organik ini akan menjadi satu klaster unggulan yang strategis bagi Banyuwangi ke depan,” katanya.

Adapun saat ini di beberapa wilayah Banyuwangi terdapat kawasan eco farming yang terintegrasi dengan penerapan digital serta pola-pola pertanian organik lainnya. Salah satunya ada di Desa Segobang Kecamatan Licin.

Hestu mengatakan, melalui pola-pola organik tersebut tingkat produktivitas pertanian bisa meningkat. Sebelumnya tingkat produktivitas pertaniannya hanya 6 - 7 ton per hektar, kini bisa mencapai 11 ton per hektare.

“Selain akan mengembangkan kawasan hortikultura organik, kami juga akan membuat laboratorium pertanian organik di Banyuwangi. Nantinya laboratorium ini akan mengembangkan pupuk organik, dan penelitian terkait pertanian lainnya,” ujarnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim banyuwangi jawa timur pertanian organik jember
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top