Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Surabaya Terus Gencarkan Operasi Pasar Minyak Goreng

Kepala Dinkopumdag Surabaya, Fauzie Mustaqiem Yos mengatakan operasi pasar telah beberapa kali digelar di Surabaya secara bergantian di sejumlah kecamatan seperti Kecamatan Genteng, Kecamatan Jambangan, Kecamatan Gayungan serta di Pasar Wonokromo.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 25 Januari 2022  |  18:20 WIB
Warga Surabaya sedang membeli minyak dalam program operasi pasar Pemkot Surabaya. dok. Pemkot Surabaya
Warga Surabaya sedang membeli minyak dalam program operasi pasar Pemkot Surabaya. dok. Pemkot Surabaya

Bisnis.com, SURABAYA - Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya menggencarkan kegiatan operasi pasar terutama untuk mengantisipasi kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng.

Kepala Dinkopumdag Surabaya, Fauzie Mustaqiem Yos mengatakan operasi pasar telah beberapa kali digelar di Surabaya secara bergantian di sejumlah kecamatan seperti Kecamatan Genteng, Kecamatan Jambangan, Kecamatan Gayungan serta di Pasar Wonokromo.

“Kali ini kami menggelar lagi di 3 titik di kawasan Kecamatan Tandes dengan menyediakan 85 karton atau 1.020 liter minyak goreng di Kecamatan Tandes, 85 karton atau 1.020 liter di Balai RW 05 Jalan Balongsari Tama dan 80 karton atau 960 liter di Kelurahan Manukan Kulon," katanya dalam rilis, Selasa (25/1/2022).

Dia mengatakan dalam setiap operasi pasar yang digelar, pihaknya selalu memberlakukan kebijakan pembelian minyak goreng hanya boleh membeli maksimal 2 liter dengan harga Rp14.000/liter. Pembeli juga wajib membawa KTP yang ditunjukkan kepada petugas kecamatan atau kelurahan.

“Kami membatasi pembeliannya. Per kotak itu isinya 12 liter, di tiap kelurahan itu ada 100 kotak minyak goreng. Artinya ada 1.200 liter minyak goreng per kelurahan," katanya.

 Yos menambahkan dalam upaya untuk mengatasi kenaikan harga minyak goreng itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jatim, Asosiasi Pedagang Ritel Indonesia (Aprindo) Jatim dan distributor minyak goreng.

“Operasi pasar di kecamatan se-Kota Surabaya ini, bertujuan untuk memberikan kemudahan masyarakat mendapat minyak goreng. Karena, saat ini minyak goreng di beberapa pasar dan toko ritel memang mulai kehabisan stok,” imbuhnya.

Yos menambahkan jika harga minyak goreng belum juga turun hingga 28 Januari mendatang, pihaknya berencana menggelar kembali operasi pasar yang serupa, dan akan mengundang stakeholder yang berkaitan dengan minyak goreng.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surabaya minyak goreng
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top