Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kebutuhan Permakanan Pengungsi Semeru Aman Tercukupi

Dinas Sosial telah membangun posko dan dapur umum di Kecamatan Candipuro maupun Pronojiwo. Setiap harinya masing-masing dapur umum menyiapkan 2.500 paket makanan untuk pagi, siang dan malam.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 06 Desember 2021  |  15:23 WIB
Suasana kawasan terdampak material guguran awan panas letusan Gunung Semeru di Desa Sumberwuluh, Lumajang, Jawa Timur, Senin (6/12/2021). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat meminta warga untuk segera menjauhi kawasan terdampak karena Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan aktivitas dengan mengeluarkan awan panas guguran. - Antara/Zabur Karuru.
Suasana kawasan terdampak material guguran awan panas letusan Gunung Semeru di Desa Sumberwuluh, Lumajang, Jawa Timur, Senin (6/12/2021). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat meminta warga untuk segera menjauhi kawasan terdampak karena Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan aktivitas dengan mengeluarkan awan panas guguran. - Antara/Zabur Karuru.

Bisnis.com, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan kebutuhan permakanan para pengungsi awan panas guguran (APG) Gunung Semeru aman dan tercukupi.

Khofifah mengatakan bahwa dirinya sejak 4 Desember 2021 malam sudah berada di Lumajang dan memutuskan untuk berkantor di Lumajang guna mempermudah koordinasi dengan semua sumber daya yang ada dalam percepatan penanganan APG Gunung Semeru.

“InsyaAllah, saya pastikan dapur umum yang ada telah mampu mencukupi semua kebutuhan pengungsi, jika ada yang belum tercukupi baik logistik, air bersih dan sebagainya dapat dilaporkan ke posko lapangan di kantor kecamatan Pasirian atau kordinator lapangan masing-masing,” ujarnya dalam rilis, Senin (6/12/2021).

Dia menjelaskan bahwa  Pemprov Jatim melalui Dinas Sosial telah membangun posko dan dapur umum sejak hari pertama bencana baik di Kecamatan Candipuro maupun Pronojiwo. Setiap harinya masing-masing dapur umum menyiapkan 2.500 paket makanan untuk pagi, siang dan malam.

“Kami juga mengerahkan tim yang bertugas untuk mendampingi pengungsi untuk mengurangi rasa trauma akibat bencana erupsi Gunung Semeru, khususnya untuk mendampingi ibu-ibu, anak-anak, disabilitas dan para lansia. Mereka masuk dalam kategori rentan," jelasnya. 

Khofifah menambahkan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi kerusakan bangunan akibat APG Gunung Semeru, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan Pemkab Lumajang, dan BNPB untuk melakukan pendataan dan kategorisasi kerusakan.

“Kerugian materil dan dampak lainnya dari APG Gunung Semeru masih dalam pendataan. Data ini nanti menjadi acuan dalam menentukan langkah rekonstruksi, termasuk besaran bantuan yang diperoleh korban erupsi Gunung Semeru,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah telah melakukan pemantauan situasi Kabupaten Lumajang yang terdampak APG  Gunung Semeru dengan menggunakan helikopter bersama Bupati Lumajang Thoriqul Haq. 

Berdasarkan hasil rapat bersama BNPB dan Pemkab Lumajang, maka diputuskan bahwa Posko Utama Bertempat di Pendopo Kabupaten Lumajang, sedangkan kecamatan Pasirian sebagai posko lapangan. Seluruh data informasi berupa gambar peta, data data bencana, foto foto lokasi kejadian dan lain lain akan ditempatkan dan ditampilkan di Kecamatan Pasirian sebagai Posko Lapangan.

"Posko ini akan dikomandani oleh Komandan Satuan Tugas Penangananan Bencana Erupsi Semeru yaitu DANREM 083/BDJ," imbuhnya. 

Untuk mengantisipasi terjadinya kembali guguran awan panas, Khofifah meminta warga untuk tidak beraktivitas dan menjauhi aliran sungai sepanjang daerah Mujur dan Curah Kobokan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim jawa timur lumajang Gunung Semeru
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top