Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kejar Produksi Energi Hijau, PJB Gencarkan Program Co-Firing Biomassa PLTU

Hingga 2021, kami telah melakukan uji coba co-firing terhadap 16 PLTU di Jawa maupun luar Jawa dengan persentase 1 - 20 persen. Langkah ini menjadikan PJB sebagai perusahaan pembangkit yang terdepan dalam inovasi co-firing,
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 26 Oktober 2021  |  14:59 WIB
Kejar Produksi Energi Hijau, PJB Gencarkan Program Co-Firing Biomassa PLTU
Suasana Kompleks PLTU Paiton di Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (22/3/2019). - ANTARA/Widodo S Jusuf
Bagikan

Bisnis.com, SURABAYA - PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) tengah gencar melakukan program co-firing atau penambahan biomassa sebagai bahan bakar pengganti parsial dalam Pltu batu bara sebagai salah satu upaya mencapai target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) nasional hingga 23 persen pada 2025.

Direktur Utama PJB, Gong Matua Hasibuan mengatakan PJB telah menginisiasi co-firing sejak 2018 yang melibatkan lembaga perguruan tinggi dalam pengkajian maupun simulasi serta pemodelan numerik dengan bantuan komputasi.

“Hingga 2021, kami telah melakukan uji coba co-firing terhadap 16 PLTU di Jawa maupun luar Jawa dengan persentase 1-20 persen. Langkah ini menjadikan PJB sebagai perusahaan pembangkit yang terdepan dalam inovasi co-firing,” ujarnya, Selasa (26/10/2021).

Dia menjelaskan selama melakukan co-firing tersebut, hingga Oktober 2021, PJB telah mampu memproduksi green energy dengan total sebesar 86,54 GWh, yang terdiri dari Paiton1-2 sebesar 37.311,62 MWh, Pacitan 18.180,62 MWh, Rembang  9.251,80 MWh, Paiton 9 sebesar 12.506,52 MWh, Tanjung Awar-Awar 1.480,78 MWh, Indramayu 5.353,48 MWh, Ketapang 118,33 MWh, Anggrek 2.287,34 MWh dan Bolok 10,99 MWh, serta Ropa 35,08 MWh.

“Melalui co-firing di PLTU, PJB ikut berpasitipasi dalam pengembangan energi yang lebih ramah, mengubah limbah serbuk kayu dari bahan organik/batang pohon menjadi energi yang dapat dimanfaatkan untuk menggantikan batu bara,” ujarnya.

Gong Matua menambahkan manfaat yang dihasilkan dari program co-firing pada PLTU batu bara adalah reduksi emisi serta penghematan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) sehingga dapat mendorong Indonesia menjadi lebih hijau dan berdaya saing.

“Dalam proses co-firing ini, kami juga tidak menambah biaya apapun, termasuk tidak membangun pembangkit EBT baru atau biomassa sehingga lebih kompetitif,” imbuhnya.

Selain itu, tambah Gong, program co-firing PLTU juga merupakan bagian dari upaya PJB dalam mendukung isu strategis dan global untuk memenuhi Paris Agreement dan juga mendukung transformasi PLN pada pilar hijau. 

“Pada 25 Oktober kemarin, kami juga telah melakukan go live co-firing untuk PLTU Pulang Pisau. Diharapkan komersialiasi co-firing di PLTU Pulang Pisau ini akan semakin mendorong PJB untuk konsisten dan bertahap dalam mengimplementasikannya di unit-unit PJB lainnya,” imbuhnya.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pltu PJB
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top