Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Semen Indonesia Kembali Jalankan Program Sertifikasi Tenaga Konstruksi

Sejak 2006, perseroan telah menjalankan program sertifikasi bagi para tenaga konstruksi dan hingga kini telah mensertifikasi sebanyak 5.000 orang.
GM Regional Sales III Semen Indonesia, Akhmad Yani Yulianto saat diwawancarai media di Surabaya usai pembukaan Rakor Pelaksaan Tender/Seleksi Dini Wilayah Jatim, Senin (18/10/2021). Peni Widarti/Bisnis
GM Regional Sales III Semen Indonesia, Akhmad Yani Yulianto saat diwawancarai media di Surabaya usai pembukaan Rakor Pelaksaan Tender/Seleksi Dini Wilayah Jatim, Senin (18/10/2021). Peni Widarti/Bisnis

Bisnis.com, SURABAYA — PT Semen Indonesia Tbk (SIG) kembali menjalankan program sertifikasi tenaga konstruksi setidaknya untuk sekitar hampir 200 orang tahun ini setelah sempat tertunda akibat pandemi Covid-19 tahun lalu.

GM Regional Sales III Semen Indonesia, Akhmad Yani Yulianto, mengatakan sejak 2006, perseroan telah menjalankan program sertifikasi bagi para tenaga konstruksi dan hingga kini telah mensertifikasi sebanyak 5.000 orang.

“Rata-rata setiap tahun kami menjalankan program sertifikasi ini untuk 500 - 700 orang, tetapi pada 2020, karena pandemi maka nol kegiatan karena kegiatan ini diperlukan pembelajaran offline, tetapi tidak bisa membuat kerumunan sehingga tahun lalu harusnya 200 orang ditunda, dan mulai dilakukan lagi tahun ini,” jelasnya seusai pembukaan Rakor Pelaksaan Tender/Seleksi Dini Wilayah Jatim, Senin (18/10/2021).

Dia mengatakan program sertifikasi tenaga konstruksi tahun ini baru dimulai pada Oktober bekerja sama dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah Jatim - Kementerian PUPR. Pada tahap pertama ini dilakukan sertifikasi terhadap 100 orang tenaga konstruksi.

“Selanjutnya kita akan roadshow di Kediri, mungkin sekitar 90-an tenaga konstruksi, dan ini akan dibicarakan lagi agar ke depan bisa digelar di balai jasa konstruksi wilayah lainnya,” imbuhnya.

Menurut Yani, indikator bahwa suatu negara disebut maju terlihat dari infrastruktur yang memadai, dan seluruh kota-kota terhubung dengan jalan raya secara baik. Untuk mengejar indikator tersebut dan agar Indonesia bisa sejajar dengan negara maju lainnya, diperlukan upaya bersama untuk membangun infrastruktur.

“Lokomotif pembangunan kita bisa dilihat dari tenaga konstruksi, percuma punya dana besar, desain bagus, dan bahan bangunan yang berkualitas tapi kalau tidak ada aplikator atau tenaga konstruksi yang andal dan terampil, untuk itulah sertifikasi ini perlu dilakukan,” imbuhnya.

Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya, Edi Irwanto menambahkan Direktorat Jenderal Bina Konstruksi selama ini juga telah bekerja sama dengan berbagai stakeholder sejak 2016 hingga saat ini untuk melakukan pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi.

“Dari 2016 hingga tahun ini, kami telah memberi pelatihan dan sertifikasi kepada tenaga kerja konstruksi sebanyak 636.415 orang. Dari jumlah itu ada sebanyak 159.335 tenaga kerja konstruksi terampil yang telah memiliki sertifikat,” ujarnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Peni Widarti
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper