Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemkot Surabaya & SRC Berkolaborasi Kembangan Toko Kelontong

SCR adalah toko kelontong masa kini yang merupakan program kemitraan dengan PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS) dalam upaya menggerakan roda perekonomian rakyat.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 12 Oktober 2021  |  18:40 WIB
Ilustrasi. - Pemkot Sby
Ilustrasi. - Pemkot Sby

Bisnis.com, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya berkolaborasi dengan Sampoerna Retail Community (SRC) untuk mengembangkan toko kelontong di Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan SCR adalah toko kelontong masa kini yang merupakan program kemitraan dengan PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS) dalam upaya menggerakan roda perekonomian rakyat.

“Dalam memajukan perekonomian rakyat di sektor perdagangan kecil seperti toko kelontong ini, kami tidak bisa berjalan sendiri karena memiliki keterbatasan sehingga hadirnya SRC ini diharapkan bisa menodorong peningkatan kualitas dan penjualan toko kelontong,” katanya dalam rilis, Selasa (12/10/2021).

Dia mengatakan kolaborasi dengan SRCIS yang menggunakan program Sinau Kelontong Surabaya (SKS) ini nantinya akan mengoptimalkan teknologi mengingat teknologi saat ini sangat berpengaruh terhadap penjualan. 

“Jadi jika toko kelontong sudah diedukasi dan ditata rapi, Insya Allah mereka akan lebih hebat lagi dari sekarang. Harapannya ke depan toko kelontong Surabaya juga bisa menjadi tempat yang nyaman bagi warga untuk berbelanja,” ujarnya.

Eri menambahkan, Pemkot Surabaya sendiri juga mulai memerintahkan agar seluruh staf di Pemkot Surabaya harus berbelanja kebutuhan sehari-hari di toko kelontong Surabaya. Saat Ini sedikitnya ada sekitar 15.000 ASN di Surabaya, dan setiap ASN dalam sebulan rerata berbelanja sekitar Rp2 juta.

“Jadi diperkirakan ada sekitar Rp30 miliar uang yang berputar di Surabaya setiap bulannya. Untuk itu kenapa saya wajibkan semua ASN berbelanja di toko kelontong, karena gaji kita didapat dari warga yang bayar pajak,” katanya.

Selain itu, menurutnya, ASN juga bisa memberikan contoh bagi warga lain untuk ikut berbelanja di toko kelontong agar UMKM di Surabaya dapat terdorong. Pemkot Surabaya, tambah Eri, juga mensinergikan program toko kelontong tersebut dengan aplikasi e-peken yang dapat dimanfaatkan untuk berbelanja secara online.

“E-peken dibuat bukan untuk persaingan, tapi kita bersinergi untuk membina dan meningkatkan UMKM-nya Kota Surabaya. Jadi Kalau ada toko kelontong yang belum terdata atau terdaftar, bisa daftar lewat aplikasi e-peken dan lapor ke lurah atau camat,” imbuhnya.

Direktur SRCIS, Rima Tanago menambahkan dalam program SKS ini pihaknya akan memberikan pembinaan toko kelontong secara berkelanjutan sebab di tengah perkembangan zaman mereka harus bisa bertahan bahkan bisa lebih maju.

“Di Surabaya ada 1.5320 toko kelontong yang sudah bekerja sama dengan SRCIS, ke depan ini harapannya akan ada kelas-kelas edukasi yang menyasar 12 kecamatan di Surabaya, dan kita akan edukasi mulai penataan, kerapian, kebersihan, pencahayaan supaya konsumen nyaman,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, ke depan juga akan ada edukasi tentang digitalisasi, seperti berbelanja dengan aplikasi, menyediakan promosi untuk konsumen dan berbagai edukasi lainnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surabaya hm sampoerna
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top