Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menilik Bisnis Aquascape yang Tetap Cair saat Pandemi

Pengusaha berharap diperbolehkannya penyelenggaraan event aquascape yang menjadi ajang promosi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 September 2021  |  15:25 WIB
Pemilik LSR Aquarium Gallery Rendi Prasetyo menunjukkan salah satu aquascape miliknya, di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (25/9/2021). - Antara/Vicki Febrianto
Pemilik LSR Aquarium Gallery Rendi Prasetyo menunjukkan salah satu aquascape miliknya, di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (25/9/2021). - Antara/Vicki Febrianto

Bisnis.com, MALANG - Aquascape, secara mudah bisa dijelaskan sebagai upaya menciptakan ekosistem air yang seimbang. Keseimbangan tersebut mencakup sejumlah elemen, terutama air, cahaya, termasuk keberadaan flora atau tanaman air, dan juga fauna yang hidup di dalamnya.

Selain itu, keseimbangan juga bisa dilihat dari tata cara mengatur batu-batuan, kayu, termasuk letak tanaman air itu sendiri. Peletakan batu, kayu, dan tanaman juga tidak sembarangan, karena memerlukan ketelitian tinggi agar memiliki visual yang menarik.

Proses untuk merawat tanaman di dalam air tersebut, tidaklah mudah. Bagi para pemula, perlu pemahaman yang cukup mendalam agar sebuah aquascape bisa menjadi suatu ekosistem air yang sehat. Jadi, hobi ini memang tidak mudah seperti yang terlihat.

Agar tanaman bisa tumbuh di dalam air, memerlukan karbondioksida (CO2), dan sumber cahaya. Jadi, jangan heran jika untuk membuat satu aquascape yang indah, bisa menghabiskan biaya yang tidak sedikit.

Aquascape memang salah satu hobi yang cukup sulit bagi para pemula. Namun, keseimbangan ekosistem yang akhirnya tercipta di dalam sebuah akuarium, mampu memberikan perasaan tenang, dan kesenangan tersendiri bagi pemiliknya.

Salah seorang penghobi aquascape di Kota Malang, Jawa Timur, Ricko Aditya (39) mengatakan, pada mulanya, dia tidak pernah mengira akan menjadi salah satu orang yang memiliki hobi aquascape. Kegemaran itu muncul, di tengah pandemi Covid-19.

Hobi aquascape Ricko bermula pada saat awal pandemi Covid-19, yang mengharuskan dirinya untuk bekerja dari rumah. Setelah beberapa bulan bekerja dari rumah, Ia dan keluarga merasa jenuh akan rutinitas kesehariannya, karena melakukan aktivitas terbatas.

"Saat itu setelah beberapa bulan saya WFH, kondisi sudah mulai jenuh. Anak saya juga sekolah online, dan dia meminta sebuah aquarium untuk memelihara ikan," katanya.

Bermula dari permintaan sang anak tersebut, Ricko akhirnya mengunjungi salah satu toko akuarium yang ada di Kota Malang. Namun, pada toko tersebut, tidak hanya menjual akuarium, dan ikan saja, tapi juga memamerkan sejumlah aquascape yang menarik.

"Akhirnya saya juga tertarik. Namun berbeda dengan anak saya, saya lebih menyukai aquascape ketimbang memelihara ikan. Kalau untuk total uang yang saya habiskan, cukup banyak," ujarnya sembari tertawa.

Perajin memotret aquascape menggunakan gawainya untuk dipromosikan melalui media sosial di Kelurahan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu (7/8/2021). Seni mengatur tanaman, air, batu, karang, kayu, pasir pada bejana kaca tersebut saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mengandalkan penjualan secara daring dengan harga Rp500 ribu hingga Rp5 juta per set tergantung desain dan ukuran./Antara-Prasetia Fauzani

Aquajaya Chapter Malang, merupakan salah satu toko grosir dengan skala Usaha Mikro Menengah (UKM). Toko tersebut, tidak hanya menawarkan jasa pembuatan aquascape saja, namun juga menyediakan berbagai bahan kebutukan aquascape dalam jumlah besar.

Penjualan berbagai bahan kebutuhan yang dibutuhkan penghobi aquascape tersebut, tidak hanya menyasar pasar di wilayah Malang Raya. Akan tetapi, penjualan juga dilakukan ke sejumlah wilayah, hingga luar Pulau Jawa yang memiliki pasar menjanjikan.

Priya menjelaskan, pada masa awal pandemi Covid-19, puncak omzet yang pernah diraupnya mencapai Rp350 juta hingga Rp400 juta per bulan. "Pada saat puncaknya, nilai omzet tertinggi mencapai Rp350 juta, hingga Rp400 juta per bulan," katanya.

Tidak berbeda dengan Aquajaya Chapter Malang, Pemilik LSR Aquarium Gallery Rendi Prasetyo, mengatakan, pada masa awal pandemi Covid-19, omzet yang diterimanya naik cukup tinggi mencapai Rp70 juta per bulan.

Toko yang dibuka sejak 2016 tersebut, saat ini fokus pada bisnis jasa pembuatan aquascape, dan penjualan ritel barang-barang kebutuhan aquascape. LSR Aquarium Gallery, tidak melakukan penjualan grosir seperti Aquajaya Chapter Malang.

Pada toko miliknya tersebut, harga satu unit aquascape berkisar mulai Rp1 juta hingga Rp18 juta. Ia melayani pembuatan aquascape mulai dari ukuran 30 centimeter, hingga satu meter, atau bahkan lebih.

"Awal masa pandemi, itu naik-naiknya omzet di toko. Karena mungkin orang-orang jenuh, dan butuh hiburan, uang masih ada," katanya.

Dampak manis pandemi Covid-19 bagi para pelaku bisnis aquascape itu, tidak berlangsung selamanya. Akibat gelombang kedua penyebaran virus Corona, pemerintah akhirnya melakukan sejumlah kebijakan yang cukup ketat untuk mengurangi mobilitas masyarakat.

Omzet Aquajaya Chapter Malang yang sebelumnya mencapai Rp400 juta per bulan, anjlok hingga Rp75 juta akibat gelombang kedua pandemi Covid-19.

Menurut Priya, anjloknya omzet penjualan tersebut, jauh lebih dalam jika dibandingkan dengan kondisi normal. Dalam kondisi normal, nilai omzet paling rendah yang didapatkannya berkisar antara Rp150 juta, hingga Rp200 juta per bulan.

Pengusaha berharap diperbolehkannya penyelenggaraan event aquascape yang menjadi ajang promosi. Menurut Rendi, ajang aquascape merupakan salah satu wadah untuk memperkenalkan hobi tersebut kepada masyarakat, dan penghobi baru. Dengan kontes tersebut, diharapkan jumlah peminat aquascape baru juga bertambah.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hobi perikanan jatim ikan hias

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top